Showing posts sorted by relevance for query hutang-jangka-panjang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hutang-jangka-panjang. Sort by date Show all posts

Hutang Jangka Panjang

 PENGERTIAN UTANG
Htang adalah Kewajiban suatu badan usaha / perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu.

Penggolongan Utang
Utang perusahaan digolongkan menjadi :
a.Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Contoh : utang usaha / dagang, utang wesel, beban yang masih harus dibayar , utang hadiah, utang garansi dan lain lain.

b.Utang jangka panjang adalah utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contoh : utang hipotik, utang obligasi, utang banking concern dan lain – lain.

Metode pencatatan utang
Ada dua metode pencatatan utang, yaitu trouble organisation human relationship payable physical care for dan voucher payable procedure.
Dalam trouble organisation human relationship payable procedure, catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang.

Dalam voucher payable procedure, tidak menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang.

Hutang Jangka Pendek
hutang yang pembyarannya dalam jangka pendek adalah :
1.hutang (Account payable),yaitu hutang jangka pendek tidak disertai perjanjian tertulis.timbulnya karena transaksi pembelian kredit

2.wessel bayar ( notes payable),yaitu : hutaang jangka pendek yang disertai perjanjian tertuli sesuai dengan ketentuan undang -undang
timbulnya wessel bayar.
-mengaksep wessel
-menyerahkan promes/aksep

3. beban-beban yang harus dibayar ( Accruals payable) yaitu:suatu kewajiban yang telah menjadi beban (seharusnya sudah di bayar) tetapi belum dibayar karena belum saat pembayaraanya.

contoh ;

a.upah ymh dibayar ( accrued payoff payable)
b.bunga ymh dibayar ( accrued insterest payable)
c.sewa ymh dibayar (accrued rent payable)
d.pajak ymh dibayar ( accrued taxation payable)

4. penghasilan yang ditangguhkan (deferred revanue),yaitu : penerimaan persekot pembayaran dari pihak lain.(penghasilan yang belum menjdi hak perusahaan  tetapi sudah diterima)

contoh :
a). bunga diterim di muka ( involvement received inwards advance )
b).sewa diterima dimuka ( rent collected inwards advance)

Hutang Jangka Panjang
hutang jangka panjang yaitu: hutang perusahaan kepada pihak lain yang pelunasannya dalam jangka panjang ( lebih dari satu tahun) dihitung dari tanggal neraca.

jenis-jenis long term debts:
1).hutang hipotik ( mortage notes payable),yaitu: hutang jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap
2).Pinjaman obligasi ( bond payable),yaitu; surat tanda berutang kepada pemegang dengan pembayaran bunga yang pelunasannya lebih dari satu tahun.
CONTOH :

Pasiva
HUTANG JANGKA PENDEK
Hutang                                                      RP.
Wessel bayar                                            RP.
Biaya yang masih harus  dibayar                RP.
Penghasilan diterima dimuka                      RP


HUTANG JANGKA PANJANG
Hutang hipotek                                          RP.
Pinjaman obligasi                                       RP.

Contoh Hutang Jangka Pendek

Hallo guys ???
apa kabarnya ??? :D
Kali ini gw bakalan posting materi tentang Contoh Hutang Jangka Pendek
Simak baik-baik ok :)

Pengertian Hutang 
Hutang ????
apakah itu hutang????
Hutang adalah suatu kewjiban seseorang atau badan usaha kepada pihak pemberi pinjaman.
Jadi apapun itu yang menjadi kewajiban kepada sang pemberi pinjaman wajib kita lunasi jika tidak pasti kita akan diberi sangsi. Kebanyakan orang berfikir hutang itu hanyalah dalam nilai uang saja, namun sebenarnya tidak hanya uang, janji kita terhadap seseorang pun itu di sebut sebagai hutang.

Namun saya akan membahas hutang sebagai garis besarnya atau bisa dianggap sebagai ilmu ekonomi ataupun akuntansi.

Sebenarnya jenis Hutang itu ada 2. Yang pertama ada Hutang Jangka Panjang dan Hutang Jangka Pendek. Namun yang saya akan bahas kali ini yaitu tentang Hutang jangka pendek.

Pengertian Hutang Jangka Pendek 
Hutang jangka pendek ialah hutang yang jangk waktunya kurang dari satu tahun, atau dalam ilmu akuntansi disebut hutang lancar yang dalam bahasa inggris disebut Current Liabilities

Contoh Hutang Jangka Pendek
  • Utang dagang
    Utang dagang adalah utang jangka pendek yang timbul karena adanya suatu transaksi
  • Utang wesel
    Utang wesel adalah surat perjanjian pembayaran hutang jangka pendek. Ada yang berbunga, ada juga yang tidak.
  • Hutang Deviden
    Hutng deviden adalah hutang yang berasal dari keuntungan yang diberikan kepada pemegan saham, yang didapatkan atas hasil keuntungan perusahaan yang diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Ketika kita menjadi pemilik saham perusahaan, perusahaan akan membayar kembali dalam bentuk dividen.
  • Pendapatan diterima dimuka
    Pendapatan yang telah kita terima diawal transaksi namun barang/jasa yang kita transaksikan belum kita serahkan kepada pembeli barang/jasa tersebut.
  • Utang Jangka Panjang yang Telah Jatuh Tempo
    Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo ialah utang panjang seperti hutang obligasi, hutang hipotik dan sebagainya yang telah jatuh tempo.
  • Pajak Penjualan
    Hutang pajak penjualan ialah hutang prusahaan kepada pihak pajak karena setiap prusahaan besar biasanya dikenakan pajak atas penjualan setiap barangnya yang biasanya di pungut oleh Bea Cukai.
  •  Kewajiban kepada Karyawan (utang gaji)
    Hutang gaji ialah hutang prusahaan kepada seluruh anggota kariawan prusahaan.
  • Kewajiban Kontigensi
    Kewajiban kontigensi adalah kondisi yang tidak pasti yang mungkin terjadi dimasa yang akan dating, kemungkinan ini bisa menguntungkan biasa disebut Gain Contigencies ataupun merugikan (Loss Contigencies).
Nah segini dulu yah materi dari saya
Mohon maaf apabila ada kesalahan
klo ada yang ingi anda tanyakan silahkan komentar saja yah di kolom komentar
Saya sarankan juga untuk anda membaca artikel tentang Hutang jangka panjang
assalamualikum goodbye bye....

Masadepan Indonesia...


Ada yang menarik isu tahun ini. Dimana Pertamina telah meng akuisisi 32 persen saham Petrodelta, S.A, Venezuela, milik Harvest Natural Resources. Tahun ini  mengakuisisi Perusahaan Minyak di Irak sebesar 20%. Disamping itu ada juga isu dimana Indonesia melunasi hutang kepada iMF dan sekaligus memperlihatkan proteksi kepada IMF sebesar USD 1 milliar. Dan yang terakhir yakni tekad pemerintah untuk mengambil alih biaya studi kelayakan mega project Jembatan Selat Sunda yang sebelumnya ditanggung oleh investor. Sebelumnya sudah sama sama diketahui bahwa adanya UU yang mengharuskan  hasil tambang sumber daya mineral dan Gas harus dikelola didalam negeri sebelum di eksport dan evaluasi ulang terhadap kontrak karya tambang. Dari isu ini apa yang menarik ? yang menarik yakni Indonesia seakan berada dipersimpangan Jalan. Sosialis dan kapitalis berbaur dengan design yang tidak jelas, apalagi dikaitkan dengan potensi ekonomi Indonesia dalam geoeconomy global. Apakah pemerintah tidak melihat potensi ini untuk bergerak cepat memanfaatkannya menurut geopolitik dan geostrategi yang jelas? 

Dalam salah satu seminar investasi ASIA yang diadakan di Beijing , saya sempat bertemu dengan teman yang menjabat executive dari group Investor institusi. Mereka menyampaikan bahwa masa depan ada di ASEAN dan itu ada pada Indonesia. Saya sempat terkejut. Karena yang memberikan ini yakni investor institusi tentu mereka didukung oleh forum riset yang mahir hingga hingga pada kesimpulan ibarat itu. Bagaimana dengan Negara lain ? tanya saya. Menurutnya Negara lain ibarat Jepang , Korea, Taiwan tak bisa lagi dibutuhkan sebagai lahan investasi. Karena kemampuan produksi mereka selama ini tidak punya value apapun sehabis China tampil di pasar dunia dengan harga murah. Dalam 20 tahun belakangan ini terbukti Negara tersebut justru menjadi beban bagi Negara konsumen ibarat Eropa dan AS. Harga produk  industry mereka telah bubble hingga pada batas irasional. Telah menjadikan inefisiensi nasional bagi AS dan tentu beban ekonomi dalam jangka panjang jika dukungan kemitraan tetap dipertahankan. Namun memperlihatkan dukungan pasar berkelanjutan kepada China juga tidak bijak. Karena system ekonomi yang berbeda telah menjadikan Negara inportir dirugikan dari segi mata uang.

Bagi Investor institusi untuk menjadikan potensi pasar dalam negeri China sebagai peluang menyebarkan dana , juga hal yang rumit. Karena regulasi cross border transfer fund yang ditetapkan pemerintah China  telah menciptakan cost of fund semakin mahal. Maklum saja, bahwa investor tidak bisa bebas memindahkan dananya keluar negeri , yang tidak sama ibarat Indonesia dimana investor dimanja akan kebebasan transfer devisa.Vietnam juga bukan hal yang cantik untuk investasi jangka panjang. Karena lemahnya menajement moneter serta system politik yang tidak demokratis yakni salah satu hal yang menciptakan investor berpikir lebih jauh untuk masuk secara penuh. Thailand, memang daerah yang  cantik alasannya produktifitas mereka yang tinggi namun itupun dalam komoditas yang terbatas. Pasar dalam negeri Thailand pun sangat jenuh untuk dikembangkan alasannya proteksi pemerintah berlebihan melindungi industry dalam negeri. Disamping kekuatan devisa mereka yang tua alasannya didukung oleh export barang dan jasa yang tak bisa dikembangkan lebih jauh. Malaysia dan Singapore , tak bisa dibutuhkan terlalu jauh untuk investasi jangka panjang. Karena mereka sudah over capacity. Disamping itu lingkungan strategis mereka sudah tidak exciting lagi alasannya Indonesia tidak lagi menjadikan Negara mereka sebagai channeling barang ataupun jasa.

Indonesia, hemm..temam itu tersenyum dengan mata memancarkan keinginan besar. Seakan dihadapannya terbentang rezeki melimpah untuk menyalurkan dana berlebih dan menggandakannya. Baginya Indonesia yakni Negara di ASEAN yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi paling tinggi dan stabil !Karena stabilitas pertumbuhan ekonomi itu sangat penting untuk menghitung probability jangka panjang terhadap investasi. Dan yang lebih penting lagi pertumbuhan itu bukan melulu dipicu oleh hutang. Tapi lebih dipicu oleh keunggulan strategis yang didukung oleh kemelimpahan sumber daya alam Indonesia. Hal ini terbukti dengan rendahnya tingkat hutang dibandingkan dengan GNP dibandingkan Negara emerging market Artikel Babo. Sektor moneter Indonesia dinilai sangat likuid dibandingkan Negara Artikel Babo. Pasar obligasi sangat kuat. Pasar SBI juga likuid dan menjadi incaran investor jangka pendek. Potensi ekonomi Indonesia yang ada sanga besar namun kapasitas produksi masih rendah. Artinya terbuka luas untuk peningkatan produksi lebih besar. Peluang itu ada disemua sektor.  Upah yang sangat murah dibandingkan China dan jumlah orang muda paling banyak di bandingkan negara ASEAN. Lingkungan strategis yang berhadapan dengan Facifik merupakan pontesi yang tak habis habisnya. 

 Nah, Indonesia berada dipersimpangan Jalan menjawab pergeseran geoeconomy dunia atas potensi ekonomi yang ada. Indonesia harus mencar ilmu dari China yang cepat tumbuh kesudahannya terjebak dengan pasar International yang stuck. Sementara pasar dalam negeri masih butuh waktu untuk mengambil peran. Indonesia harus mencar ilmu dari AS yang cepat tumbuh menjadi hegemoni ekonomi dunia kesudahannya terjerembab akhir bubble moneter. Indonesia harus mencar ilmu dari Eropa yang tidak becus mengendalikan kebutuhan pertumbuhan dengan daya dukung ekonomi nasional hingga terjebak dalam hutang yang tak terbayar. Indonesia harus mencar ilmu dari Mesir , Tunisia, Libia, Syiria yang tumbuh namun gagal menjamin keadilan hingga terjadi gejolak politik. Indonesia harus mencar ilmu dari Asia Tengah yang hanya jadi resource abnormal yang miskin kontribusinya terhadap petumbuhan domestic.  Indonesia harus mencar ilmu dari Jepang, Korea dan Taiwan yang tumbuh namun tak bisa menjaga keseimbangan ekonomi dalam negeri kesudahannya stuck menuju spiral crisis. Indonesia harus mencar ilmu dari kegagalan negara lain dalam  memanfaatkan pergeseran Geoeconomy ketika ini. Harus cepat bersikap dan bertindak untuk kepentingan nasional

Pertanyaannya yakni mengapa terkesan investasi berjalan lambat di Indonesia ? Menurut teman saya letak persoalannya kepada system politik yang dianut oleh Indonesia. Konstelasi politik dalam negeri itu tidak gampang bersikap menjawab peluang itu. Maklum saja alasannya partai yang berkuasa terdiri dari banyak warna dengan kegiatan yang berbeda beda. Ada yang sosialis, ada yang kapitalis, adapula yang agamais. Ini tidak gampang dipersatukan. Lihat saja buktinya bagaimana pertarungan elite politik soal budi subsidi BBM, kebijakan soal privatisasi, kebijakan soal pembebasan tanah untuk project infrastruktur,  kebijakan soal pembangunan wilayah yang tergantung siapa penguasa wilayah tingkat dua, kebijakan soal pangan, industri. Dan lain lain.  Inilah yang harus dilihat kedepan. Dengan amandemen Undang-Undang Dasar 45 saat ini, keliatannya siapapun pemimpin akan menghadapi hambatan yang serius. Karena geopolitik kita kacau dan tentu geostrategis tidak terperinci lagi. 

Siapakah pemimpin yang bisa mengelola potensi dalam negeri dengan mempersatukan warna partai untuk keadilan social serta smart memanfaatkan peluang international akhir terjadinya  pergeseran geo-economy dunia untuk kejayaan Indonesia. ? SIapa? moga tahun 2014 nanti kita bisa menentukan pemimpin yang sempurna dan  benar. Bagaimanapun kita butuh pemimpin yang visioner beriman dan berakhlak mulia untuk mempersatukan semua golongan demi kemanusiaan yang adil dan beradab menurut kerendahan hati untuk memimpin , maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat yakni masa depan Indonesia. Mungkinkah...? 

Sumber https://culas.blogspot.com/

The Mission Accomplished.





Dua tahun kemudian saya pernah berdiskusi dengan teman yang juga Fund Manager dari New York mengenai prospek Business Freeport. Waktu itu kami melihat masa depan Freeport McMoran dari tekhnis akuisisi. Dia begitu yakin bahwa Business utama Freeport McMoran di Papua akan tetap kondusif dengan KK. Banyak rumor dari kalangan Fund Manager bahwa Jokowi akan sama saja dengan Presiden sebelumnya, yaitu tidak berani dengan tegas membatalkan Kontrak Karya. Artinya soal perilaku Pemerintah Indonesia abaikan saja. Focus terhadap bisnis freeport McMoran saja. Katanya. Saya katakan bahwa jikalau dari segi bisnis , Freeport tidak lagi exciting dalam jangka panjang. Mengapa?

Pertama, bisnis tambang tembaga yang dihasilkannya tidak lagi menunjukkan keuntungan yang significant. Apalagi harga tembaga terus melemah dan akan terus melemah dengan indikasi semakin meluasnya penguasaan tambang tembaga China di banyak sekali negara. Padahal Buyer potensial tembaga dunia yaitu China. Artinya China akan lebih dulu membeli dari tambang mereka yang ada di luar negeri. Kedua, management Freeport McMoran terjebak dengan beban hutang mencapai USD 20 miliar dan konyol nya hutang itu disebabkan expansi management merambah ke Business minyak dan gas yang tidak mereka kuasai. Di dikala harga minyak terus turun menciptakan portofolio Business mereka juga drop. Disamping itu Freeport masih punya hutang kerusakan lingkungan mencapai USD 1,8 miliar.

Ketiga, Freeport mendapatkan kontribusi gres untuk memperluas tambang bawah tanah di Indonesia. Dan hingga sekarang utang itu di Cutwalk oleh kreditur lantaran Freeport gagal mendelivery document compliance berkaitan dengan commitment Indonesia memperpanjang KK. Sekarang proses perluasan tambang itu terancam molor. Kaprikornus kesimpulannya Business Freeport untuk jangka panjang bukan sesuatu yang exciting namun bukan pula hal yang buruk. Kaprikornus penilaiannya harus realistis. Kata saya. Yang realistis itu apa? Tanya teman saya. Dengan tersenyum saya katakan bahwa Freeport harus menata bisnisnya secara sehat berjangka panjang. Negosiasi dengan Pemerintah Indonesia jangan lagi ibarat genster. Mengapa ? Jokowi itu Presiden berlatar belakang pengusaha. Dia risk taker. Don't trying him. Its over.

Saya tertarik dengan ungkapan Gengster itu. Apa yang belum saya ketahui wacana Freeport. Katanya. Ada rumor bahwa freeport McMoran hanya memakai bisnis tambang sebagai cover dari bisnis bergotong-royong yang dilakukan oleh pemegang saham utama. Mereka bukan hanya merampok pemegang saham retail tapi juga mencuri dari rakyat Indonesia. Sampai kapan ini sanggup bertahan. Sampai kapan sanggup ditutupi ? Saya yakin Jokowi tahu itu dan juga Obama paham bahwa Jokowi engga mungkin mau ikut melanjutkan konspirasi yang sudah berlangsung puluhan tahun oleh Presiden sebelum nya. Teman saya , tersenyum sambil berkata " semoga Anda benar. Tapi saya tidak yakin”

***
Benarlah tahun 2016, Freeport McMoran terpaksa melepas portofolio bisnis Minyak dan gas nya di California dan Mexico sebagai cara membayar hutang. Namun itu hanya membayar 10% dari total hutang Freeport McMoran. Saham freeport mulai jatuh di bursa. Beberapa fund Manager kelas dunia menempatkan saham freeport dalam posisi" jual". Belum lagi planning perluasan kapasitas tambang dengan proyek penambangan bawah tanah mengalami stuck. Mundur 18 bulan dari planning investasi. Sementara penjualan konsetrat di quota oleh Pemerintah Indonesia lantaran perundingan atas keberadaan freeport yang keberatan dengan IUPK.

" Freeport benar benar menuju kehancuran. Para petinggi di white House kehilangan susukan membujuk Jokowi. Semua jalur jakarta connection yang selama ini dibina sebagai asset nampak loyo. " kata teman saya di bulan Agustus 2016.

Teman saya di New York menjelang Natal 2016 telp saya di jakarta " benar kata Anda. Semua sudah berakhir. Saya dengar para investor mendesak menagement freeport melaksanakan konsolidasi bisnis dan memperbaiki visi freeport demi stabilitas jangka panjang.”

***

Jka mengikuti ketentuan kontrak karya (KK) 1991, di 2011 RI semestinya sudah menguasai 51% saham PTFI. Tetapi SBY engga berani menghadapi Freeport. Makanya poses divestasi gagal. Nah kebetulan, tahun 2013 FI sedang dilanda krisis keuangan akhir hutang dari Business oil and gas. Tahun 2014 sahamnya terus turun di bursa. Dan meraka menerima peluang untuk fundraising dari perluasan bisnis tambang di Indonesia. Ekspansi ini disetujui oleh konsorsium bank. Mengapa? Karena memastikan FI menerima perpanjangan kontrak selama 10x2 tahun. Sehingga portofolio FI dalam neraca konsolidasi FcMoran semakin ada kepastian nilai. Dan benarlah FCMoran focus memperpanjang KK melalui lobi dengan Pemerintah Indonesia. Namun hanya beberapa bulan sehabis MOU ditanda tangani periode SBY, Jokowi berkuasa. Jokowi menolak secara halus MOU itu.

Nah disinilah kehebatan tim Jokowi menuntaskan duduk kasus FI. Jokowi sadar bahwa pemerintah menjamin kesepakatan perpanjangan kontrak yang tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) yang diteken semasa Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudyono. Perjanjian ini menjadi kepingan tak terpisahkan, mengikat dua belah pihak Indonesia dan Freeport dan merupakan kepingan dari amandemen kontrak. Kalau pemerintah Jokowi menolak memperpanjang, 3 tahun (tahun 2021) kemudian KK tetap berlaku hingga 2041 sesuai MOU itu. Kalau pemerintah tetap ngotot maka dipastikan akan kalah di Mahkamah international.

Karenanya perundingan tidak lagi berkaitan dengan perpanjang KK tapi bagaimana memaksa Freeport mengakhiri generasi KK menjadi IUPK dan mematuhi ketentuan mengenai divestasi serta kewajiban membangun smelter. Karenanya Jokowi tidak memakai pendekatan kekuasaan dan hukum. Karena jikalau itu diterapkan akan menaikan gambaran FI dan menjatuhkan gambaran Indonesia di mata intenational. Dan bukan mustahil menunjukkan jalan excuse bagi FI keluar dari tekanan hutang melalui reschedule. Kalau ini terjadi nafas FI semakin panjang. Pertarungan semakin berat.

Cara yang ditempuh oleh Team Jokowi yaitu memakai seni Akuisisi untuk menaklukan FI. Caranya yaitu Buying Time. Walau begitu banyak tekanan dalam negeri hingga tiada hari tanpa gaduh politik, namun Jokowi tetap bergeming. Sampai terus menunjukkan keyakinan kepada FI bahwa Pemerintah lemah dan komit. Tapi justru yang tidak dimiliki oleh FI dan juga kelemahannya yaitu soal waktu. FI ditengah duduk kasus Financial akhir portofolio bisnis migas merugi. Dan juga outstanding loan gigantik akhir planning perluasan yang stuck.

Tahun 2015 -2016 Freeport McMoran terpaksa melepas asset migasnya untuk bayar hutang dan masih belum cukup. Tambang lain yang dimilik terancam untuk dilepas. Belum lagi ditengah situasi itu pasar memonitor kinerja tahunannya yang terus menurun. Harga saham jatuh dan rating undergrade. Dan Pemerintah Jokowi tetap hanya menunjukkan kesepakatan tanpa realisasi. Bulan Maret 2017 FI kembali kedalam perundingan dengan Team Jokowi. Saat itu atas dasar kepres Team Jokowi bersikap: take it or leave it. Waktu tersedia berpikir sangat singkat bagi Freeport. Akhirnya tiga bulan setalah itu Freeport harus mendapatkan semua kondisi Pemerintah. Karana apa? Team Jokowi bersikap tegas pada timing yang tepat: Surrender or die. Dan Freeport menentukan surrender melepas saham sebesar 51% tanpa ada hak atas replacement cost atas value mereka menemukan tambang tembaga dan emas dengan cadangan raksasa. Sekarang bagaimana bayar saham 51% itu?

***
Bagaimana denah divestasi 51 % saham yang diajukan oleh Freeport Indonesia? Tanya teman saya dalam satu kesempatan bertemu di Pesawat. Sebelum saya membahas apa tujuan dibalik anjuran Freeport maka ada baiknya saya sampaikan wacana siapa pemegang saham dari Freeport Indonesia. Pemegang sahamnya yaitu Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (AS) – 81,28%, Pemerintah Indonesia – 9,36% PT. Indocopper Investama – 9,36%. Bagaimana usulan pemerintah atas divestasi 51% Saham FI itu? Pemerintah inginkan PT Freeport Indonesia melaksanakan penerbitan saham gres (right issue ), dimana pemerintah akan setor hingga 51% saham di Freeport Indonesia. Kaprikornus bukan membeli saham yang dimiliki oleh pemegang yang ada tapi membeli saham baru. Dengan denah ini maka struktur permodalan Freeport Indonesia semakin sehat untuk melaksanakan perluasan bisnisnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai saham perusahaan dimasa mendatang.

Loh jikalau begitu, lantaran denah penerbitan saham gres (right issue) maka valuasi nya tergantung dari nilai net asset dari Freeport Indonesia, yaitu akumulasi keuntungan ditambah modal disetor. Tentu berdasarkan hasil due diligent yang akan dilakukan pemerintah sebagai calon pemegang saham baru. Soal nilai cadangan tambang tidak di jadikan asset dan apalagi dari nilai cadangan itu dikerek berdasarkan nilai future hingga berakhirnya IUPK 2041. Mengapa? Program divestasi yaitu penawaran tertutup perusahaan pemilik konsesi tambang kepada pemilik tambang sebenarnya. Ini masuk akal lantaran sehabis sekian tahun Freeport menikmati keuntungan maka seharusnya Freeport menunjukkan peluang kepemilikan saham kepada pemilik Tambang (pemerintah). Peluang ini tidak dalam arti gratis tapi merupakan hak ambil kepingan dalam bisnis yang ada melalui setoran modal sebesar yang disekapati. Di manapun negara yang menunjukkan konsesi tambang punya denah ibarat ini.

Lantas bagaimana dengan anjuran Freeport Mc Moran? Freeport mengusulkan 51% saham itu dijual melalui IPO atas saham yang dimiliki oleh Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Kaprikornus yang IPO bukan FI tapi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Dengan denah ini maka pemegang saham dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc akan mendapatkan capital gain melalui valuasi saham atas nilai future 2041. Semakin besar saham itu di beli semakin besar masuk ke kantong pemegang saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Uang dari penjualan saham melalui IPO itu tidak akan memperbaiki struktur permodalan dari PT. Freeport Indonesia. Mengapa? Struktur saham FI tidak berubah. Yang berubah hanya susunan pemegang saham dari Freeport-McMoRan Copper& Gold Inc.

Nah dengan IPO itu walau pemerintah hanya sanggup menyerap katakanlah pada tahap awal sebesar 10% dari saham yang dilepas, namun marcap sudah terbentuk. Selisih saham yang belum di lepas di bursa itu sanggup saja Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc me-leverage nya untuk tujuan strategis yang tidak terkait dengan Freeport Indonesia. Kaprikornus kesimpulannya denah Divestasi yang diusulkan Freeport Mc Moran tak lebih yaitu seni mendapatkan rente dari nilai saham yang mereka miliki, bukan untuk kepentingan jangka panjang PT Freeport Indonesia tapi untuk kepentingan pemegang saham existing.

Bingung kenapa pula Freeport-McMoran, Inc ngotot ingin denah divestasikan itu dikakukan segera berdasarkan anjuran mereka ? Karena sudah menjadi taktik dari Freeport Mc Moran untuk mendapatkan uang kontan dari menjual sahamnya atas nama Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc di Freeport Indonesia. Tentu uang ini diharapkan untuk menyehatkan struktur bisnisnya di AS. Tapi sayang, rencananya ini gampang ditebak oleh team pemerintah dengan mengunci berdasarkan kesepakatan bahwa divestasi tidak melalui IPO pada induk perusahaan dan kawan venture tapi melalui penerbitan suham gres di PT. Freeport Indonsia. Apabila denah penerbitan saham gres untuk aktivitas divestasi ini disetujui maka BUMN akan mendapatkan kiprah untuk membeli saham itu dan akan menambah portfolion BUMN sehingga akan meningkat nilai saham BUMN di bursa. “

***
Dalam agresi akuisisi memang orang harus menguasai secara detail segala pintu untuk masuk. Kalau hanya tahu satu pintu masuk maka beliau cenderung jadi pecundang. Tidak ada financial resource akan mendukung cara akuisisi dengan cara konvensional, dengan single gateway. Demikian saya katakan ke teman ketika team akuisisi dari pemerintah bergerak melambung untuk mendapatkan kawan penyandang dana utama Freeport McMoran di Pt. Freeport Indonesia, Rio Tinto. Seperti diketahui, Rio Tinto merupakan pemegang participating interest di proyek Freeport Indonesia sebesar 40 persen. Rio Tinto mempunyai perjanjian dengan Freeport Indonesia pada tahun 1990-an mengenai pendanaan. Sehingga, dalam operasional tambang Grassberg, Tembagapura terbagi dalam dua pemegang kendali 40 persen milik Rio Tinto dan 60 persen milik Freeport McMoRan. Artinya Rio Tinto mendapatkan 40% dari seluruh produksi Freeport hingga 2022.

Mengapa hingga Rio Tinto begitu saja nyeberang ke Indonesia dalam opsi akuisisi lewat participating interest (PI) dan eksklusif di manfaatkan Indonesia? Karena Freeport Mc Moran kepepet harus bayar utang ke kreditur. Perundingan yang panjang dan makan waktu, sehingga Freeport kehilangan waktu dihadapan kreditur. Tidak ada pilihan lain kecuali menyerah. Karenanya Rio Tinto bersedia untuk melepas PI nya kepada Indonesia atas persetujuan dari Freeport.

Holding Company Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). ditugaskan mendapakan hak PI dari Rio Tinto. Kemudian PI itu akan di koversi jadi saham. Freeport tidak punya pilihan. Karena mana ada orang berani melawan investor.? Maklum Rio Tinto penyandang dana utama Freeport. Ya. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) akan bicara keras kepada Freeport Mc Moran, “Ikuti aktivitas divestasi Pemerintah Indonesia dengan melepas 51% saham ke Indonesia dengan denah replacement cost, bukan berdasarkan mau anda sesuai harga pasar. Atau bayar hutang? engga mau, kami akan pailitkan anda.Kira kira begitu.

Jadi, team Jokowi focus bagaimana mengambil alih PI yang punya Rio Tinto. Dari mana dananya ? Sumber dana dari bank melalui denah LBO. Artinya Inalum akan membentuk SPC khusus dimana 100% saham punya Inalum. Kaprikornus yang berhutang bukan Inalum sebagai BUMN tetapi SPC. SPC inilah yang akan mengajukan kontribusi ke bank. Mengapa bank mau ? Karena PI itu berafiliasi dengan deposit dan produksi yang merupakan liabilitis dari Freeport. Selagi Freeport sepakat maka bank bersedia untuk membiayai asalkan saham itu akan meningkatkan value saham Inalum dibursa. Kaprikornus exit strategy nya bukan pada nilai saham Freeport Indonesia tetapi pada nilai saham Inalum di market sehabis FI diakuisisi oleh Inalum.

Berdasarkan Head of Agreement , semua hal termasuk jadwal harga pelepasan PI dan pembelian saham Freeport dituangkan secara lengkap. Head of Agreement ini sebagai underlying bagi Team Inalum untuk menarik kontribusi dari Bank. Setelah dana kontribusi cair maka akan dilakukan purchase agreement ( pembelian PI ) kepada RIO Tinto yang link eksklusif dengan kesediaan Freeport meng konversi 40% PI itu dalam bentuk saham. Inalum mendapatkan saham melalui right issue FI dengan harga murah tentunya. Karena valuasi saham FI tidak berdasarkan reserved tambang tetapi berdasarkan replacement cost. Dan ketika saham itu menjadi asset Inalum melalui SPC maka valuasinya termasuk reserved. Mengapa ? lantaran sehabis akuisisi FI sudah lebih banyak didominasi milik negara yang tentu patuh dengan UU Minerba. Dan karenanya reserved dianggap sebagai valuasi asset. Tentu value saham Inalum akan naik berlipat. Artinya Inalum akuisisi saham FI hanya memakai denah financial engineering. Tanpa modal. Cerdaskan.

“ Mengapa FI harus di perpanjang ? atau biarkan saja hingga tahun 2021 berakhirnya KK, dan sehabis itu suruh FI hengkang dari Indonesia”. Kata sebagian orang. Saya hanya tersenyum. Ini pertanyaan awam. Kalau kita usir maka sesuai Pasal 22 ayat 1 KK , sehabis jangka waktu berakhir, semua kekayaan milik Freeport yang bergerak atau tidak di wilayah proyek harus ditawarkan ke pemerintah dengan nilai pasar yang tidak lebih rendah dari nilai buku. Menurut laporan keuangan PTFI, nilai buku perusahaan dikala ini minimal US$6 miliar. Ditambah, pemerintah juga masih harus membeli infrastruktur jaringan listrik di area penambangan yang nilainya diestimasi lebih dari Rp 2 triliun. Kan bego jikalau kita usir Freeport.

***
Kamis 27 September 2018, ditandatangani Sales Purchase Agreement oleh Dirut PT Inalum (Persero) Budi G Sadikin dan CEO Freeport McMoran Richard C Adkerson di Kementerian ESDM. Ini yaitu tindak lanjut HoA yang diteken di Kemenkeu Juli lalu, yang menandai selesainya proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia. Selanjutnya ada proses administratif yang harus diselesaikan untu penerbitan IUPK sekaligus pengakhiran Kontrak Karya. The mission accomplished. Thanks Pak Jokowi.



Sumber https://bukuerizelibandaro.blogspot.com/

The Mission Accomplished.





Dua tahun kemudian saya pernah berdiskusi dengan teman yang juga Fund Manager dari New York mengenai prospek Business Freeport. Waktu itu kami melihat masa depan Freeport McMoran dari tekhnis akuisisi. Dia begitu yakin bahwa Business utama Freeport McMoran di Papua akan tetap kondusif dengan KK. Banyak rumor dari kalangan Fund Manager bahwa Jokowi akan sama saja dengan Presiden sebelumnya, yaitu tidak berani dengan tegas membatalkan Kontrak Karya. Artinya soal perilaku Pemerintah Indonesia abaikan saja. Focus terhadap bisnis freeport McMoran saja. Katanya. Saya katakan bahwa jikalau dari segi bisnis , Freeport tidak lagi exciting dalam jangka panjang. Mengapa?

Pertama, bisnis tambang tembaga yang dihasilkannya tidak lagi menunjukkan keuntungan yang significant. Apalagi harga tembaga terus melemah dan akan terus melemah dengan indikasi semakin meluasnya penguasaan tambang tembaga China di banyak sekali negara. Padahal Buyer potensial tembaga dunia yaitu China. Artinya China akan lebih dulu membeli dari tambang mereka yang ada di luar negeri. Kedua, management Freeport McMoran terjebak dengan beban hutang mencapai USD 20 miliar dan konyol nya hutang itu disebabkan expansi management merambah ke Business minyak dan gas yang tidak mereka kuasai. Di dikala harga minyak terus turun menciptakan portofolio Business mereka juga drop. Disamping itu Freeport masih punya hutang kerusakan lingkungan mencapai USD 1,8 miliar.

Ketiga, Freeport mendapatkan kontribusi gres untuk memperluas tambang bawah tanah di Indonesia. Dan hingga sekarang utang itu di Cutwalk oleh kreditur lantaran Freeport gagal mendelivery document compliance berkaitan dengan commitment Indonesia memperpanjang KK. Sekarang proses perluasan tambang itu terancam molor. Kaprikornus kesimpulannya Business Freeport untuk jangka panjang bukan sesuatu yang exciting namun bukan pula hal yang buruk. Kaprikornus penilaiannya harus realistis. Kata saya. Yang realistis itu apa? Tanya teman saya. Dengan tersenyum saya katakan bahwa Freeport harus menata bisnisnya secara sehat berjangka panjang. Negosiasi dengan Pemerintah Indonesia jangan lagi ibarat genster. Mengapa ? Jokowi itu Presiden berlatar belakang pengusaha. Dia risk taker. Don't trying him. Its over.

Saya tertarik dengan ungkapan Gengster itu. Apa yang belum saya ketahui wacana Freeport. Katanya. Ada rumor bahwa freeport McMoran hanya memakai bisnis tambang sebagai cover dari bisnis bergotong-royong yang dilakukan oleh pemegang saham utama. Mereka bukan hanya merampok pemegang saham retail tapi juga mencuri dari rakyat Indonesia. Sampai kapan ini sanggup bertahan. Sampai kapan sanggup ditutupi ? Saya yakin Jokowi tahu itu dan juga Obama paham bahwa Jokowi engga mungkin mau ikut melanjutkan konspirasi yang sudah berlangsung puluhan tahun oleh Presiden sebelum nya. Teman saya , tersenyum sambil berkata " semoga Anda benar. Tapi saya tidak yakin”

***
Benarlah tahun 2016, Freeport McMoran terpaksa melepas portofolio bisnis Minyak dan gas nya di California dan Mexico sebagai cara membayar hutang. Namun itu hanya membayar 10% dari total hutang Freeport McMoran. Saham freeport mulai jatuh di bursa. Beberapa fund Manager kelas dunia menempatkan saham freeport dalam posisi" jual". Belum lagi planning perluasan kapasitas tambang dengan proyek penambangan bawah tanah mengalami stuck. Mundur 18 bulan dari planning investasi. Sementara penjualan konsetrat di quota oleh Pemerintah Indonesia lantaran perundingan atas keberadaan freeport yang keberatan dengan IUPK.

" Freeport benar benar menuju kehancuran. Para petinggi di white House kehilangan susukan membujuk Jokowi. Semua jalur jakarta connection yang selama ini dibina sebagai asset nampak loyo. " kata teman saya di bulan Agustus 2016.

Teman saya di New York menjelang Natal 2016 telp saya di jakarta " benar kata Anda. Semua sudah berakhir. Saya dengar para investor mendesak menagement freeport melaksanakan konsolidasi bisnis dan memperbaiki visi freeport demi stabilitas jangka panjang.”

***

Jka mengikuti ketentuan kontrak karya (KK) 1991, di 2011 RI semestinya sudah menguasai 51% saham PTFI. Tetapi SBY engga berani menghadapi Freeport. Makanya poses divestasi gagal. Nah kebetulan, tahun 2013 FI sedang dilanda krisis keuangan akhir hutang dari Business oil and gas. Tahun 2014 sahamnya terus turun di bursa. Dan meraka menerima peluang untuk fundraising dari perluasan bisnis tambang di Indonesia. Ekspansi ini disetujui oleh konsorsium bank. Mengapa? Karena memastikan FI menerima perpanjangan kontrak selama 10x2 tahun. Sehingga portofolio FI dalam neraca konsolidasi FcMoran semakin ada kepastian nilai. Dan benarlah FCMoran focus memperpanjang KK melalui lobi dengan Pemerintah Indonesia. Namun hanya beberapa bulan sehabis MOU ditanda tangani periode SBY, Jokowi berkuasa. Jokowi menolak secara halus MOU itu.

Nah disinilah kehebatan tim Jokowi menuntaskan duduk kasus FI. Jokowi sadar bahwa pemerintah menjamin kesepakatan perpanjangan kontrak yang tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) yang diteken semasa Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudyono. Perjanjian ini menjadi kepingan tak terpisahkan, mengikat dua belah pihak Indonesia dan Freeport dan merupakan kepingan dari amandemen kontrak. Kalau pemerintah Jokowi menolak memperpanjang, 3 tahun (tahun 2021) kemudian KK tetap berlaku hingga 2041 sesuai MOU itu. Kalau pemerintah tetap ngotot maka dipastikan akan kalah di Mahkamah international.

Karenanya perundingan tidak lagi berkaitan dengan perpanjang KK tapi bagaimana memaksa Freeport mengakhiri generasi KK menjadi IUPK dan mematuhi ketentuan mengenai divestasi serta kewajiban membangun smelter. Karenanya Jokowi tidak memakai pendekatan kekuasaan dan hukum. Karena jikalau itu diterapkan akan menaikan gambaran FI dan menjatuhkan gambaran Indonesia di mata intenational. Dan bukan mustahil menunjukkan jalan excuse bagi FI keluar dari tekanan hutang melalui reschedule. Kalau ini terjadi nafas FI semakin panjang. Pertarungan semakin berat.

Cara yang ditempuh oleh Team Jokowi yaitu memakai seni Akuisisi untuk menaklukan FI. Caranya yaitu Buying Time. Walau begitu banyak tekanan dalam negeri hingga tiada hari tanpa gaduh politik, namun Jokowi tetap bergeming. Sampai terus menunjukkan keyakinan kepada FI bahwa Pemerintah lemah dan komit. Tapi justru yang tidak dimiliki oleh FI dan juga kelemahannya yaitu soal waktu. FI ditengah duduk kasus Financial akhir portofolio bisnis migas merugi. Dan juga outstanding loan gigantik akhir planning perluasan yang stuck.

Tahun 2015 -2016 Freeport McMoran terpaksa melepas asset migasnya untuk bayar hutang dan masih belum cukup. Tambang lain yang dimilik terancam untuk dilepas. Belum lagi ditengah situasi itu pasar memonitor kinerja tahunannya yang terus menurun. Harga saham jatuh dan rating undergrade. Dan Pemerintah Jokowi tetap hanya menunjukkan kesepakatan tanpa realisasi. Bulan Maret 2017 FI kembali kedalam perundingan dengan Team Jokowi. Saat itu atas dasar kepres Team Jokowi bersikap: take it or leave it. Waktu tersedia berpikir sangat singkat bagi Freeport. Akhirnya tiga bulan setalah itu Freeport harus mendapatkan semua kondisi Pemerintah. Karana apa? Team Jokowi bersikap tegas pada timing yang tepat: Surrender or die. Dan Freeport menentukan surrender melepas saham sebesar 51% tanpa ada hak atas replacement cost atas value mereka menemukan tambang tembaga dan emas dengan cadangan raksasa. Sekarang bagaimana bayar saham 51% itu?

***
Bagaimana denah divestasi 51 % saham yang diajukan oleh Freeport Indonesia? Tanya teman saya dalam satu kesempatan bertemu di Pesawat. Sebelum saya membahas apa tujuan dibalik anjuran Freeport maka ada baiknya saya sampaikan wacana siapa pemegang saham dari Freeport Indonesia. Pemegang sahamnya yaitu Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (AS) – 81,28%, Pemerintah Indonesia – 9,36% PT. Indocopper Investama – 9,36%. Bagaimana usulan pemerintah atas divestasi 51% Saham FI itu? Pemerintah inginkan PT Freeport Indonesia melaksanakan penerbitan saham gres (right issue ), dimana pemerintah akan setor hingga 51% saham di Freeport Indonesia. Kaprikornus bukan membeli saham yang dimiliki oleh pemegang yang ada tapi membeli saham baru. Dengan denah ini maka struktur permodalan Freeport Indonesia semakin sehat untuk melaksanakan perluasan bisnisnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai saham perusahaan dimasa mendatang.

Loh jikalau begitu, lantaran denah penerbitan saham gres (right issue) maka valuasi nya tergantung dari nilai net asset dari Freeport Indonesia, yaitu akumulasi keuntungan ditambah modal disetor. Tentu berdasarkan hasil due diligent yang akan dilakukan pemerintah sebagai calon pemegang saham baru. Soal nilai cadangan tambang tidak di jadikan asset dan apalagi dari nilai cadangan itu dikerek berdasarkan nilai future hingga berakhirnya IUPK 2041. Mengapa? Program divestasi yaitu penawaran tertutup perusahaan pemilik konsesi tambang kepada pemilik tambang sebenarnya. Ini masuk akal lantaran sehabis sekian tahun Freeport menikmati keuntungan maka seharusnya Freeport menunjukkan peluang kepemilikan saham kepada pemilik Tambang (pemerintah). Peluang ini tidak dalam arti gratis tapi merupakan hak ambil kepingan dalam bisnis yang ada melalui setoran modal sebesar yang disekapati. Di manapun negara yang menunjukkan konsesi tambang punya denah ibarat ini.

Lantas bagaimana dengan anjuran Freeport Mc Moran? Freeport mengusulkan 51% saham itu dijual melalui IPO atas saham yang dimiliki oleh Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Kaprikornus yang IPO bukan FI tapi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Dengan denah ini maka pemegang saham dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc akan mendapatkan capital gain melalui valuasi saham atas nilai future 2041. Semakin besar saham itu di beli semakin besar masuk ke kantong pemegang saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Uang dari penjualan saham melalui IPO itu tidak akan memperbaiki struktur permodalan dari PT. Freeport Indonesia. Mengapa? Struktur saham FI tidak berubah. Yang berubah hanya susunan pemegang saham dari Freeport-McMoRan Copper& Gold Inc.

Nah dengan IPO itu walau pemerintah hanya sanggup menyerap katakanlah pada tahap awal sebesar 10% dari saham yang dilepas, namun marcap sudah terbentuk. Selisih saham yang belum di lepas di bursa itu sanggup saja Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc me-leverage nya untuk tujuan strategis yang tidak terkait dengan Freeport Indonesia. Kaprikornus kesimpulannya denah Divestasi yang diusulkan Freeport Mc Moran tak lebih yaitu seni mendapatkan rente dari nilai saham yang mereka miliki, bukan untuk kepentingan jangka panjang PT Freeport Indonesia tapi untuk kepentingan pemegang saham existing.

Bingung kenapa pula Freeport-McMoran, Inc ngotot ingin denah divestasikan itu dikakukan segera berdasarkan anjuran mereka ? Karena sudah menjadi taktik dari Freeport Mc Moran untuk mendapatkan uang kontan dari menjual sahamnya atas nama Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc di Freeport Indonesia. Tentu uang ini diharapkan untuk menyehatkan struktur bisnisnya di AS. Tapi sayang, rencananya ini gampang ditebak oleh team pemerintah dengan mengunci berdasarkan kesepakatan bahwa divestasi tidak melalui IPO pada induk perusahaan dan kawan venture tapi melalui penerbitan suham gres di PT. Freeport Indonsia. Apabila denah penerbitan saham gres untuk aktivitas divestasi ini disetujui maka BUMN akan mendapatkan kiprah untuk membeli saham itu dan akan menambah portfolion BUMN sehingga akan meningkat nilai saham BUMN di bursa. “

***
Dalam agresi akuisisi memang orang harus menguasai secara detail segala pintu untuk masuk. Kalau hanya tahu satu pintu masuk maka beliau cenderung jadi pecundang. Tidak ada financial resource akan mendukung cara akuisisi dengan cara konvensional, dengan single gateway. Demikian saya katakan ke teman ketika team akuisisi dari pemerintah bergerak melambung untuk mendapatkan kawan penyandang dana utama Freeport McMoran di Pt. Freeport Indonesia, Rio Tinto. Seperti diketahui, Rio Tinto merupakan pemegang participating interest di proyek Freeport Indonesia sebesar 40 persen. Rio Tinto mempunyai perjanjian dengan Freeport Indonesia pada tahun 1990-an mengenai pendanaan. Sehingga, dalam operasional tambang Grassberg, Tembagapura terbagi dalam dua pemegang kendali 40 persen milik Rio Tinto dan 60 persen milik Freeport McMoRan. Artinya Rio Tinto mendapatkan 40% dari seluruh produksi Freeport hingga 2022.

Mengapa hingga Rio Tinto begitu saja nyeberang ke Indonesia dalam opsi akuisisi lewat participating interest (PI) dan eksklusif di manfaatkan Indonesia? Karena Freeport Mc Moran kepepet harus bayar utang ke kreditur. Perundingan yang panjang dan makan waktu, sehingga Freeport kehilangan waktu dihadapan kreditur. Tidak ada pilihan lain kecuali menyerah. Karenanya Rio Tinto bersedia untuk melepas PI nya kepada Indonesia atas persetujuan dari Freeport.

Holding Company Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). ditugaskan mendapakan hak PI dari Rio Tinto. Kemudian PI itu akan di koversi jadi saham. Freeport tidak punya pilihan. Karena mana ada orang berani melawan investor.? Maklum Rio Tinto penyandang dana utama Freeport. Ya. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) akan bicara keras kepada Freeport Mc Moran, “Ikuti aktivitas divestasi Pemerintah Indonesia dengan melepas 51% saham ke Indonesia dengan denah replacement cost, bukan berdasarkan mau anda sesuai harga pasar. Atau bayar hutang? engga mau, kami akan pailitkan anda.Kira kira begitu.

Jadi, team Jokowi focus bagaimana mengambil alih PI yang punya Rio Tinto. Dari mana dananya ? Sumber dana dari bank melalui denah LBO. Artinya Inalum akan membentuk SPC khusus dimana 100% saham punya Inalum. Kaprikornus yang berhutang bukan Inalum sebagai BUMN tetapi SPC. SPC inilah yang akan mengajukan kontribusi ke bank. Mengapa bank mau ? Karena PI itu berafiliasi dengan deposit dan produksi yang merupakan liabilitis dari Freeport. Selagi Freeport sepakat maka bank bersedia untuk membiayai asalkan saham itu akan meningkatkan value saham Inalum dibursa. Kaprikornus exit strategy nya bukan pada nilai saham Freeport Indonesia tetapi pada nilai saham Inalum di market sehabis FI diakuisisi oleh Inalum.

Berdasarkan Head of Agreement , semua hal termasuk jadwal harga pelepasan PI dan pembelian saham Freeport dituangkan secara lengkap. Head of Agreement ini sebagai underlying bagi Team Inalum untuk menarik kontribusi dari Bank. Setelah dana kontribusi cair maka akan dilakukan purchase agreement ( pembelian PI ) kepada RIO Tinto yang link eksklusif dengan kesediaan Freeport meng konversi 40% PI itu dalam bentuk saham. Inalum mendapatkan saham melalui right issue FI dengan harga murah tentunya. Karena valuasi saham FI tidak berdasarkan reserved tambang tetapi berdasarkan replacement cost. Dan ketika saham itu menjadi asset Inalum melalui SPC maka valuasinya termasuk reserved. Mengapa ? lantaran sehabis akuisisi FI sudah lebih banyak didominasi milik negara yang tentu patuh dengan UU Minerba. Dan karenanya reserved dianggap sebagai valuasi asset. Tentu value saham Inalum akan naik berlipat. Artinya Inalum akuisisi saham FI hanya memakai denah financial engineering. Tanpa modal. Cerdaskan.

“ Mengapa FI harus di perpanjang ? atau biarkan saja hingga tahun 2021 berakhirnya KK, dan sehabis itu suruh FI hengkang dari Indonesia”. Kata sebagian orang. Saya hanya tersenyum. Ini pertanyaan awam. Kalau kita usir maka sesuai Pasal 22 ayat 1 KK , sehabis jangka waktu berakhir, semua kekayaan milik Freeport yang bergerak atau tidak di wilayah proyek harus ditawarkan ke pemerintah dengan nilai pasar yang tidak lebih rendah dari nilai buku. Menurut laporan keuangan PTFI, nilai buku perusahaan dikala ini minimal US$6 miliar. Ditambah, pemerintah juga masih harus membeli infrastruktur jaringan listrik di area penambangan yang nilainya diestimasi lebih dari Rp 2 triliun. Kan bego jikalau kita usir Freeport.

***
Kamis 27 September 2018, ditandatangani Sales Purchase Agreement oleh Dirut PT Inalum (Persero) Budi G Sadikin dan CEO Freeport McMoran Richard C Adkerson di Kementerian ESDM. Ini yaitu tindak lanjut HoA yang diteken di Kemenkeu Juli lalu, yang menandai selesainya proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia. Selanjutnya ada proses administratif yang harus diselesaikan untu penerbitan IUPK sekaligus pengakhiran Kontrak Karya. The mission accomplished. Thanks Pak Jokowi.



Sumber https://bukuerizelibandaro.blogspot.com/

Indonesia Unggul...

Sejak tahun 2009 Negara emerging market mencatat pertumbuhan tinggi dibandingkan Negara lain. Mengapa? Karena kebijakan suku bunga tinggi di negera emerging market menjadikan arus dana dari Amerika yang bunga rendah mengalir deras. Likuiditas pasar uang Negara emerging market melimpah. Hal ini menjadikan mata uang negara emerging market stabil. Namun kemelimpahan likuiditas itu mulai terancam saat the FED berniat akan mengurangi pembelian obligasi ( QE) atau dikenal dengan istilah tapering off. Karena itu tahun 2013 bulan agustus Morgan Stanley merilis hasil risetnya bahwa negara emerging market sangat tua (fragile ) dengan kebijakan moneter Amerika. The fed belum menetapkan namun hanya perihal tapering saja sudah  melemahkan beberapa mata uang di lima ( Five ) negara emerging market yaitu Brazil, India, Turki , Indonesia, Afrika Selatan. Morgan Stanley dua hari kemudian merilis laporan bahwa Indonesia dan India keluar dari kategori fragile five atau lima ( five ) negara yang mata uangnya rawan terkena imbas kebijakan moneter The Fed. Ekonom Morgan Stanley menilai Indonesia dan India sudah berhasil mereformasi ekonomi dengan meninggalkan model ekonomi usang yang boros dan anti produksi. Indonesia telah mengambil langkah konkret di mana Presiden Jokowi dalam lima bulan pertamanya menjabat telah berhasil mengalihkan  subsidi materi bakar minyak (BBM) kesektor produksi dan menekan defisit anggaran ke 1,9 persen dari PDB. Ketika ada gejolak pada rupiah maka pemerintah melaksanakan reformasi struktural dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan.

Kebijakan mengurangi CAD ini akan terus berlanjut dan terfocus. Dalam waktu erat akan dikeluarkan pemerintah paket kebijakan baik untuk neraca dagang ataupun jasa. CAD terang menjadi konsern pemerintah alasannya salah satu penyebab rupiah tertekan yaitu defisit pada neraca transaksi berjalan yang terus terjadi semenjak triwulan terakhir 2011. Pada 2014, CAD Indonesia sebesar 2,95 persen dari PDB. Untuk tahun ini alasannya impor belanja infrastruktur akan melonjak maka defisit masih akan berada pada level sekitar 3 persen dari PDB. Namun Ekonomi akan tumbuh alasannya orientasi kesektor rill.  Benarkah ? Masa depan ada di ASEAN dan itu ada pada Indonesia. Bagaimana dengan Negara lain ? Negara lain ibarat Jepang , Korea, Taiwan tak bisa lagi dibutuhkan sebagai lahan investasi. Karena kemampuan produksi mereka selama ini tidak punya value apapun sehabis China tampil di pasar dunia dengan harga murah. Dalam 20 tahun belakangan ini terbukti Negara tersebut justru menjadi beban bagi Negara konsumen ibarat Eropa dan AS. Harga produk  industry mereka telah bubble sampai pada batas irasional. Telah menjadikan inefisiensi nasional bagi AS dan tentu beban ekonomi dalam jangka panjang jikalau pertolongan kemitraan tetap dipertahankan. Namun menunjukkan pertolongan pasar berkelanjutan kepada China juga tidak bijak. Karena system ekonomi yang berbeda telah menjadikan Negara inportir dirugikan dari segi mata uang.  China sebagai peluang menyebarkan dana , juga hal yang rumit. Karena regulasi cross border transfer fund yang ditetapkan pemerintah China  telah menciptakan cost of fund semakin mahal. Maklum saja, bahwa investor tidak bisa bebas memindahkan dananya keluar negeri.

Vietnam juga bukan hal yang anggun untuk investasi jangka panjang. Karena lemahnya menajement moneter serta system politik yang tidak demokratis yaitu salah satu hal yang menciptakan investor berpikir lebih jauh untuk masuk secara penuh. Thailand, memang kawasan yang  anggun alasannya produktifitas mereka yang tinggi namun itupun dalam komoditas yang terbatas. Pasar dalam negeri Thailand pun sangat jenuh untuk dikembangkan alasannya perlindungan pemerintah berlebihan melindungi industry dalam negeri. Disamping kekuatan devisa mereka yang tua alasannya didukung oleh export barang dan jasa yang tak bisa dikembangkan lebih jauh. Malaysia dan Singapore , tak bisa dibutuhkan terlalu jauh untuk investasi jangka panjang. Karena mereka sudah over capacity. Disamping itu lingkungan strategis mereka sudah tidak exciting lagi alasannya Indonesia tidak lagi menjadikan Negara mereka sebagai channeling barang ataupun jasa.  Indonesia yaitu Negara di ASEAN yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi paling stabil ! Karena stabilitas sangat penting untuk menghitung probability jangka panjang terhadap investasi. Dan yang lebih penting lagi pertumbuhan itu bukan melulu dipicu oleh hutang. Tapi lebih dipicu oleh keunggulan strategis yang didukung oleh kemelimpahan sumber daya alam Indonesia.  Sektor moneter Indonesia dinilai sangat likuid dibandingkan Negara Artikel Babo. Pasar obligasi sangat kuat. Pasar SBI juga likuid dan menjadi incaran investor jangka pendek. Potensi ekonomi Indonesia yang ada sangat besar namun kapasitas produksi masih rendah. Untuk PMA masih dibawah 50%. Artinya terbuka luas untuk peningkatan produksi lebih besar. Peluang itu ada disemua sektor.  Upah yang sangat murah dibandingkan China dan jumlah orang muda paling banyak di bandingkan negara ASEAN. Lingkungan strategis yang berhadapan dengan Facifik merupakan pontesi yang tak habis habisnya.  

Jokowi membaca peluang ini dan ia bergerak cepat membangun infrastruktur agar peluang itu sanggup diraih. Agar peluang itu tidak hanya sebagai potensi terpendam saja. Bagaimanapun peluang ini tidak hanya menciptakan segelintir orang makmur tapi bagi semua, khususnya petani dan nelayan. Saya yakin kebijakan Pemerintah Jokowi kembali kedesa dan kelaut yaitu taktik yang sempurna sebagai landasan kokoh menuju negara industry maju yang mandiri, berdaulat dan terhormat. Indonesia harus berguru dari China yang cepat tumbuh jadinya terjebak dengan pasar International yang stuck. Sementara pasar dalam negeri masih butuh waktu untuk mengambil peran. Indonesia harus berguru dari AS yang cepat tumbuh menjadi hegemoni ekonomi dunia jadinya terjerembab akhir bubble moneter. Indonesia harus berguru dari Eropa yang tidak becus mengendalikan kebutuhan pertumbuhan dengan daya dukung ekonomi nasional sampai terjebak dalam hutang yang tak terbayar. Indonesia harus berguru dari Mesir , Tunisia, Libia, Syiria yang tumbuh namun gagal swasembada pangan sehingga terjadi gejolak politik. Indonesia harus berguru dari Asia Tengah yang hanya jadi resource gila yang miskin kontribusinya terhadap petumbuhan domestic. Indonesia harus berguru dari Jepang, Korea dan Taiwan yang tumbuh namun tak bisa menjaga keseimbangan ekonomi dalam negeri jadinya stuck menuju spiral crisis. Indonesia harus berguru dari kegagalan negara lain semoga unggul dalam putaran waktu.

Sumber https://culas.blogspot.com/