Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Cerita Ngeri Pemilu Dari Bangladesh

Cerita Ngeri Pemilu dari BangladeshMassa demo pemilu Bangladesh (Foto: BBC World)

Dhaka -Pemilu Bangladesh berakhir pada Minggu (30/12) dengan kemenangan telak partai pimpinan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Pemilu ditandai dengan sejumlah bentrokan berdarah antar penggagas partai ketika pencoblosan, menjadikan setidaknya 17 orang meninggal dunia.

Dirangkum detikcom yang mengutip dari BBC Indonesia, Senin (7/1/2019), pemilu ini tak hanya diwarnai bencana bentorokan. Bahkan pemilu ini juga diwarnai dengan kasus pemerkosaan.

Sejumlah kelompok oposisi menggelar demonstrasi di Kota Dhaka dan Noakhali semenjak laporan wacana kasus pelecehan seksual mengemuka.



Mereka menuntut semoga partai berkuasa memohon maaf atas nama para laki-laki terduga penyerang.

"Tak terhitung berapa pemimpin dan penggagas yang terluka dalam serangan sebelum dan sehabis pemungutan suara. Bahkan seorang ibu empat anak juga menjadi korban pelecehan seksual beramai-ramai," kata Mirza Fakhrul Islam Alamgir dari Partai Bangladesh Nasional kepada wartawan seusai menemui wanita tersebut.

Para pemimpin setempat Liga Awami membantah tuduhan terhadap mereka dan para pendukung partai itu. Namun, tetapkan mencabut keanggotaan Ruhul Amin sehabis beliau ditangkap.

Selain itu, pemilu ini juga dicurigai mengalami kecurangan. Juru bicara Partai Bangladesh Nasional (BNP) menuding ada 'ketidakwajaran' pada 221 dari 300 dingklik yang diperebutkan.

Kubu oposisi juga menuntut dilangsungkannya pemilu ulang alasannya adanya banyak sekali laporan kecurangan.

Koresponden BBC menyaksikan bahwa kotak-kotak bunyi di sebuah TPS di Kota Chitaggong terisi kertas bunyi yang sudah digunakan, beberapa jam sebelum pemilu berlangsung. Petugas di TPS tersebut menolak berkomentar.

Kejanggalan lainnya, hanya saksi-saksi partai berkuasa yang ada di TPS tersebut dan beberapa TPS lainnya di kota kedua terbesar Bangladesh itu.

Sumber detik.com

China Sanksi Mati Laki-Laki Yang Tikam Belasan Bawah Umur Tk

China Eksekusi Mati Pria yang Tikam Belasan Anak-anak TKFoto: detik

Beijing -Otoritas China telah mengeksekusi mati seorang petani yang menikam belasan belum dewasa di sebuah Taman Kanak-kanak (TK) wilayah China selatan, dua tahun lalu.

Kantor info resmi China, Xinhua melaporkan menyerupai dilansir AFP, Senin (7/1/2019), Yan Pengan dihukum mati pada Jumat (4/1) waktu setempat sebab menikam belum dewasa di sekolah yang berada di wilayah Guangxi Zhuang tersebut.




Yan pergi ke Taman Kanak-kanak itu dengan membawa sebilah pisau dapur pada Januari 2017 dan menikam 12 anak-anak. Akibatnya, ke-12 anak tersebut terluka, termasuk empat anak yang mengalami luka-luka parah.

Seorang guru berhasil menghentikan serangan itu dan meminta pertolongan seiring Yan melarikan diri dari lokasi. Pria itu kemudian menyerahkan diri ke otoritas setempat.


Serangan penikaman yang menargetkan anak-anak bukan hal absurd di China. Pada Oktober 2018 lalu, seorang perempuan bersenjatakan pisau melukai 14 belum dewasa di sebuah Taman Kanak-kanak di provinsi Sichuan.

Pada April 2017, seorang laki-laki bersenjata pisau membunuh sembilan pelajar sekolah menengah dikala mereka akan pulang ke rumah mereka. Pelaku penikaman mengaku kepada polisi bahwa ia melaksanakan pembunuhan itu sebab ia telah menjadi korban bulliying sewaktu menjadi murid di sekolah tersebut. Pelaku kemudian dihukum mati atas perbuatan sadisnya itu.

Sumber detik.com

2 Tentara Inggris Jadi Korban Serangan Rudal Isis Di Suriah

2 Tentara Inggris Makara Korban Serangan Rudal ISIS di SuriahFoto: AFP

Damaskus -Dua tentara Inggris terkena serangan rudal yang ditembakkan kelompok radikal ISIS di wilayah Suriah timur.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan, kedua tentara Inggris itu terluka akhir serangan rudal tersebut. Keduanya merupakan bab dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam memerangi ISIS di Suriah.



"Kedua tentara Inggris itu diangkut dengan helikopter untuk mendapat perawatan medis," kata administrator Observatory, Rami Abdel Rahman menyerupai dilansir kantor isu AFP, Senin (7/1/2019).

Tidak disebutkan identitas lengkap kedua tentara Inggris tersebut.




Dalam serangan rudal pada Sabtu (5/1) waktu setempat itu, seorang petempur Kurdi dari Syrian Democratic Forces (SDF) tewas. Serangan rudal itu terjadi desa Al-Shaafa, di provinsi Deir Ezzor, salah satu kantung wilayah terakhir yang masih dikuasai ISIS di lembah Sungai Efrat.

SDF, koalisi yang didominasi para petempur Kurdi, telah mempelopori perang melawan ISIS, dengan didukung oleh sejumlah negara Barat termasuk Inggris. Aliansi internasional tersebut berhasil merebut daerah persembunyian utama ISIS di Hajin pada Desember 2018 kemudian sesudah berbulan-bulan pertempuran sengit.

Sumber detik.com

Polisi Tokyo Bunuh Diri Usai Kejadian Kendaraan Beroda Empat Berkelahi Kerumunan Orang

Polisi Tokyo Bunuh Diri Usai Insiden Mobil Tabrak Kerumunan OrangFoto: Thinkstock

Tokyo -Kepolisian Tokyo, Jepang tengah memeriksa kasus bunuh diri seorang polisi kemudian lintas yang bertugas di bersahabat lokasi gesekan kendaraan beroda empat yang melukai 9 orang pada malam Tahun Baru lalu. Dalam insiden itu, seorang laki-laki menabrakkan kendaraan beroda empat yang dikendarainya ke kerumunan orang.

Dalam serangan di distrik busana populer di Tokyo, Harajuku itu, Kazuhiro Kusakabe yang berumur 21 tahun menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang, sampai melukai sembilan orang, termasuk satu orang dengan luka-luka serius.




Sehari sehabis insiden itu, seorang polisi dari departemen kemudian lintas setempat ditemukan tewas di ruang bawah tanah kantor polisi Harajuku. Polisi tersebut berumur 36 tahun.

"Polisi tersebut mengeluarkan darah dari kepalanya. Dia punya senjata api di tangan kanannya dan satu peluru telah ditembakkan dari senjata itu," kata juru bicara kepolisian Tokyo kepada AFP, Senin (7/1/2019).

"Kami tengah memeriksa mengapa ini terjadi," imbuhnya tanpa menjelaskan lebih jauh.


Media penyiaran publik NHK melaporkan, dengan mengutip sumber-sumber kepolisian, bahwa polisi yang bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri itu, bertanggung jawab atas pengawasan kemudian lintas di bersahabat distrik daerah insiden kendaraan beroda empat adu kerumunan orang itu terjadi beberapa dikala sebelum Tahun Baru, 1 Januari lalu.

NHK melaporkan, polisi tersebut telah mengalami pelecehan di daerah kerjanya. Menurut NHK, polisi tersebut meninggalkan pesan bunuh diri namun tidak disebutkan mengenai isi pesannya.



Sumber detik.com

Pria Indonesia Tusuk Polisi Malaysia Ketika Operasi Antikejahatan

Pria Indonesia Tusuk Polisi Malaysia Saat Operasi AntikejahatanFoto: Ilustrasi/Thinkstock

Kuala Lumpur -Seorang laki-laki Indonesia menusuk seorang polisi Malaysia saat operasi kepolisian yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Seperti diberitakan kantor informasi Malaysia, Bernama, Senin (7/1/2019), polisi Malaysia berjulukan Mohd Fauzi Abdullah terluka sehabis siku kanannya ditusuk dengan sebuah obeng pada Minggu (6/1) malam. Insiden itu terjadi ketika operasi antikejahatan kepolisian yang diberi nama "Op Cegah Khas".




Kepala Kepolisian Distrik Dang Wangi, Shaharuddin Abdullah mengatakan, pria Indonesia berumur 25 tahun itu tengah berada di dalam sebuah kendaraan beroda empat bersama seorang laki-laki Indonesia lainnya, ketika polisi dari Cabang Pencegahan Kejahatan Kantor Polisi Dang Wangi menghentikan kendaraan mereka untuk pemeriksaan.

Shaharuddin mengatakan, laki-laki Indonesia itu menusuk Mohd Fauzi dan berlari ke arah Jalan Tun Razak, namun lalu ditabrak oleh sebuah mobil. Pria Indonesia lainnya yang berumur 45 tahun ditangkap di lokasi.




Shaharuddin menambahkan, Mohd Fauzi dan laki-laki Indonesia yang terluka alasannya yaitu ditabrak kendaraan beroda empat tersebut lalu dikirimkan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Kepolisian Malaysia tidak merilis identitas lengkap WNI tersebut.

Sumber detik.com

Israel Tangkap Cukup Umur Yahudi Atas Pelemparan Kerikil Perempuan Palestina

Israel Tangkap Remaja Yahudi Atas Pelemparan Batu Wanita PalestinaFoto: Ilustrasi/Thinkstock

Tel Aviv -Otoritas Israel telah menangkap beberapa dewasa Yahudi yang diduga melaksanakan pelemparan watu yang menyebabkan kematian seorang wanita Palestina.

Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh otoritas Israel pada Minggu (6/1) waktu setempat. Badan keamanan domestik Israel, Shin Bet dalam sebuah statemen menyatakan bahwa beberapa tersangka telah ditangkap pada 30 Desember lalu, atau lebih dari dua bulan sesudah Aisha Rabi tewas usai dilempari watu pada 12 Oktober lalu.




"Para tersangka ditangkap sebab pelanggaran-pelanggaran teroris serius, termasuk pembunuhan," demikian disampaikan Shin Bet ibarat dilansir kantor info AFP, Senin (7/1/2019).

Shin Bet menambahkan, pelemparan watu itu terjadi di akrab permukiman Yahudi, Rechalim, yang akrab dengan desa Bidiya di kepingan utara Tepi Barat, daerah Rabi tinggal.

Rabi terkena lemparan watu di kepalanya dan kemudian meninggal di sebuah rumah sakit di kota Nablus. Demikian dilaporkan kantor info Palestina, WAFA dikala kejadian.




Menurut WAFA, suami Rabi yang mengemudikan kendaraan beroda empat mereka dikala kejadian, hanya mengalami luka-luka ringan dalam serangan itu. Saksi-saksi mata Palestina dan sumber-sumber keamanan menyebutkan bahwa batu-batu tersebut dilemparkan oleh para pemukim Yahudi.

Shin Bet tidak menyebutkan identitas maupun usia para tersangka, namun disebutkan bahwa mereka merupakan anggota sebuah seminari Yahudi di Rechalim.

Sumber detik.com

Korban Tewas Apartemen Ambruk Di Rusia Jadi Xviii Orang, 23 Hilang

Korban Tewas Apartemen Ambruk di Rusia Jadi xviii Orang, 23 HilangSalah satu bagian apartemen yang ambruk akibat ledakan di Rusia (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies too Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via REUTERS)

Moskow -Korban tewas dalam insiden ambruknya apartemen di Rusia akibat ledakan bertambah menjadi xviii orang. Sebanyak 23 orang lainnya masih dalam pencarian setelah dinyatakan hilang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/1/2019), ledakan ini merusak 48 apartemen yang ada di dalam gedung 10 lantai di kota industri Magnitogorsk ini pada Senin (31/12) pagi waktu setempat. Kota Magnitogorsk diketahui berjarak 1.700 kilometer sebelah timur ibu kota Moskow.

Seorang bayi laki-laki berhasil ditemukan dalam kondisi hidup pada Selasa (1/1) kemarin, setelah 35 jam terjebak di dalam reruntuhan di tengah suhu dingin. Lokasi bayi itu ditemukan ketika seorang petugas penyelamat mendengar tangisannya.


Upaya penyelamatan si bayi tidaklah mudah. Otoritas setempat menyebutnya sebagai keajaiban.

"Ratusan orang menunggu kemunculan bayi yang terluka dari bawah puing-puing seperti keajaiban. Dan keajaiban terjadi, " kata seorang pejabat setempat seperti dikutip Interfax. Menurut laporan Interfax, ibunda dari bayi tersebut masih hidup.

Penyebab ambruknya salah satu bagian apartemen ini masih dalam penyelidikan Komisi Investigatif. Sejauh ini tidak ada bekas cloth ledakan yang ditemukan di lokasi. Dugaan awal menyebut ledakan dipicu oleh kebocoran gas.


Insiden serupa pernah terjadi di Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar insiden tersebut disebabkan oleh infrastruktur yang menua dan aturan keselamatan yang buruk soal penggunaan gas di gedung-gedung bertingkat.

Gedung-gedung bertingkat di kawasan Magnitogorsk diketahui berasal dari era Uni Soviet dan kebanyakan dibangun tahun 1973 silam.



Sumber detik.com

Polisi Myanmar Klaim Diserang Pemberontak Di Rakhine

Polisi Myanmar Klaim Diserang Pemberontak di RakhineIlustrasi (REUTERS/Soe Zeya Tun)

Naypyitaw -Otoritas Myanmar menyebut polisi penjaga perbatasan diserang kelompok pemberontak di wilayah Rakhine yang rawan konflik. Serangan terjadi saat pasukan keamanan Myanmar terus bertempur melawan kelompok bersenjata yang mewakili kelompok etnis Buddha Rakhine.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/1/2018), media nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, melaporkan bahwa satu polisi mengalami luka kritis setelah terjadi serangan terhadap polisi penjaga perbatasan oleh sekitar thirty pria yang membawa 'senjata berat dan ringan'.

Serangan ini terjadi di dekat Saytaung, sebuah desa di expanse Buthidaung, Rakhine, pada Selasa (1/1) waktu setempat.


Juru bicara kelompok Arakan Army, Khine Thu Kha, menyangkal kelompoknya telah menyerang polisi perbatasan Myanmar. Namun Khine Thu Kha menyebut kelompoknya sempat terlibat bentrokan dengan pasukan pemerintah Myanmar di Saytaung pada Selasa (1/1) waktu setempat.

Arakan Army merupakan salah satu kelompok yang sedang diperangi militer Myanmar karena menginginkan otonomi lebih besar bagi etnis minoritas. Khine Thu KHa menyebut ratusan polisi penjaga perbatasan dikerahkan ke expanse tersebut sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran melawan kelompok Arakan Army. Pertempuran itu berlanjut hingga Rabu (2/1) waktu setempat, namun di lokasi berbeda.

Juru bicara militer Myanmar, Mayor Jenderal Tun Tun Nyi, menolak untuk berkomentar.


Serangan terbaru ini terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 2.500 orang terusir dari rumahnya sejak awal Desember 2018, akibat bentrokan yang kembali pecah antara militer Myanmar dengan kelompok Arakan Army.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB pada Senin (31/12) lalu menyebut sekitar 1.500 orang kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran yang kembali pecah di Rakhine. Jumlah itu terpisah dengan 1.000 orang yang terpaksa mengungsi akibat bentrokan yang pecah viii Desember 2018. Otoritas setempat bersama kelompok kemanusiaan lokal dan asing memberikan bantuan untuk mereka yang mengungsi.

Wilayah Rakhine juga menjadi lokasi militer Myanmar meluncurkan operasi tahun 2017 yang memaksa lebih dari 730 ribu warga etnis muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Pertempuran terbaru di Rakhine melibatkan Arakan Army yang mengklaim mewakili etnis Buddha Rakhine.



Sumber detik.com

Korban Tewas Akibat Banjir Dan Longsor Di Filipina Jadi 85 Orang

Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Filipina Jadi 85 OrangBanjir di Filipina merendam rumah-rumah warga (JAIME CORALDE III/via REUTERS)

Manila -Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang Filipina, dipicu badai Usman, bertambah menjadi 85 orang. Sekitar twenty orang lainnya dilaporkan masih hilang sementara petugas penyelamat masih berupaya menjangkau area-area yang terisolasi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/1/2018), para korban termasuk anak-anak rata-rata tewas saat rumah mereka ambruk diterjang longsor. Banjir dan longsor terjadi beberapa hari setelah hujan deras terus mengguyur sejumlah provinsi di wilayah Filipina bagian tengah.

"Jika kita tidak berhasil menemukan korban hilang atau kita menemukan mereka telah tewas, maka jumlahnya (korban tewas) menjadi 105 orang, yang kita harapkan tidak akan terjadi," ucap Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Ricardo Jalad.

Badai Usman yang melemah dan telah meninggalkan wilayah Filipina pada Minggu (30/12) lalu, membawa hujan deras yang memicu tanah longsor dan banjir di wilayah Bicol dan Visaya Timur.


Otoritas setempat menempatkan tiga provinsi di bawah condition 'situasi malapetaka' untuk memberikan akses pada dana darurat dari pemerintah.

Wilayah Bicol yang memiliki 5,8 juta penduduk merupakan wilayah yang terdampak paling parah. Sedikitnya 68 korban tewas berasal dari Bicol. Kerusakan pada sektor pertanian di Bicol, yang memproduksi beras dan jagung, diperkirakan mencapai 342 juta Peso.

Petugas penyelamat yang juga terdiri atas polisi dan personel militer, menggunakan perlengkapan berat untuk membersihkan ruas jalan menuju expanse terdampak longsor dan memasuki expanse yang digenangi banjir dengan perahu karet.

"Matahari telah muncul, dengan hujan ringan sesekali. Kami harap banjir akan surut," ucap anggota operasional badan penanggulangan bencana di Bicol, Ronna Monzon, kepada Reuters.


Diketahui bahwa sekitar twenty topan dan badai menerjang wilayah Filipina setiap tahunnya hingga menewaskan ratusan orang. Topan paling mematikan yang menerjang Filipina adalah super topan Haiyan. Lebih dari 7.360 orang dilaporkan tewas atau hilang akibat topan itu tahun 2013 lalu.



Sumber detik.com

Uji Coba Nuklir Korut Tahun 2017 Picu Gempa Bumi Tahun 2019

Uji Coba Nuklir Korut Tahun 2017 Picu Gempa Bumi Tahun 2019Salah satu terowongan di kompleks uji coba nuklir Punggye-ri yang dihancurkan Korut beberapa waktu lalu (Dok. News1/Pool via REUTERS)

Pyongyang -Uji coba nuklir keenam Korea Utara (Korut) yang digelar tahun 2017 lalu sangatlah kuat hingga masih bisa memicu gempa bumi di kawasan yang sama lebih dari setahun kemudian. Gempa kecil yang melanda wilayah Korut pekan ini dinyatakan disebabkan oleh uji coba nuklir Korut setahun lalu.

Badan Meteorologi Korea Selatan (Korsel) atau KMA dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Rabu (2/1/2019), menyebut bahwa gempa kecil yang mengguncang Provinsi Hamgyong Utara di Korut pada Rabu (2/1) waktu setempat disebabkan detonasi perangkat nuklir bawah tanah pada September 2017.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, uji coba nuklir Korut saat itu diperkirakan melibatkan peledak dengan kekuatan 160 kiloton dan tercatat sebagai uji coba nuklir paling kuat yang pernah dilakukan rezim komunis itu.

Saat itu, ledakan akibat uji coba nuklir Korut memicu getaran gempa berkekuatan hingga 6,3 Magnitudo yang diikuti rentetan gempa susulan bahkan memicu longsor di lokasi uji coba.


KMA menyebut bahwa gempa bumi berkekuatan 2,8 Magnitudo yang tercatat mengguncang Korut pada Rabu (2/1) ini memiliki pusat yang cenderung dangkal, hanya sekitar 12 kilometer dari permukaan Bumi. Pusat gempa disebut berada di titik berjarak eleven kilometer sebelah timur lokasi uji coba nuklir Punggye-ri, satu-satunya lokasi uji coba nuklir Korut yang diketahui dunia.

Otoritas Korut menyatakan bahwa lokasi uji coba nuklir itu telah ditutup. Korut telah mengundang sejumlah media internasional, termasuk CNN, untuk menyaksikan seremoni penutupan Punggye-ri.

Penutupan itu diwarnai dengan aksi penghancuran pintu masuk Punggye-ri, kemudian penghancuran sedikitnya tiga terowongan bawah tanah yang digunakan untuk uji coba nuklir, gedung-gedung observasi, tempat pengecoran logam dan surface area tempat tinggal di kompleks uji coba itu.

Namun sayangnya tidak ada ada pakar senjata independen yang diundang saat seremoni penutupan itu. Hingga kini masih belum jelas apakah ledakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan kompleks uji coba Punggye-ri saat itu sungguh membuat kompleks itu tidak berfungsi atau hanya memicu kerusakan terbatas.


Seorang pakar seismologi pada KMA menuturkan pada CNN bahwa aktivitas kegempaan yang tercatat pada Rabu (2/1) waktu setempat jelas merupakan gempa bumi alami, bukan ledakan. Hal itu didasarkan pada gelombang seismik yang terdeteksi dan fakta tidak adanya gelombang suara yang teramati.

Namun karena tidak ada jalur patahan besar yang melewati wilayah Korut dan pusat gempa tercatat berada dekat dengan lokasi Punggye-ri, maka para pakar seismologi meyakini gempa bumi itu merupakan dampak dari uji coba nuklir Korut yang keenam yang digelar tahun 2017 lalu.



Saksikan juga video 'Korea Utara Menutup Tempat Uji Coba Rudalnya':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

6 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Kereta Di Jembatan Denmark

6 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di Jembatan DenmarkKecelakaan kereta terjadi di atas jembatan yang menghubungkan dua pulau di Kingdom of Denmark (Michael Bager/Ritzau Scanpix/via REUTERS)

Copenhagen -Sebuah rangkaian kereta api mengalami kecelakaan di atas sebuah jembatan yang menghubungkan dua pulau di wilayah Denmark. Nahas, sedikitnya enam orang tewas dalam kecelakaan maut ini.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (2/1/2018), kecelakaan kereta ini terjadi di atas Great Belt Bridge yang menghubungkan Pulau Zealand dan Funen yang merupakan dua pulau besar di Denmark. Penyebab kecelakaan ini belum diketahui pasti.


Namun laporan-laporan media setempat menyebut ada dua rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan. Salah satu laporan menyebut bahwa rangkaian kereta penumpang menabrak rangkaian kereta kargo yang melaju berlawanan di atas jembatan itu.

Laporan lain menyebut rangkaian kereta penumpang yang melaju ke ibu kota Copenhagen yang terletak di Pulau Zealand, terkena potongan atap dari kereta kargo yang tertiup angin kencang saat melaju berlawanan di atas jembatan itu.

Kecelakaan kereta terjadi di atas jembatan yang menghubungkan dua pulau di DenmarkKecelakaan kereta terjadi di atas jembatan yang menghubungkan dua pulau di Kingdom of Denmark Foto: Michael Bager/Ritzau Scanpix/via REUTERS

Saat kecelakaan terjadi pada Rabu (2/1) waktu setempat, angin kencang dilaporkan berhembus di atas jembatan itu. Bahkan badai parah dilaporkan mempersulit upaya petugas darurat untuk mencapai lokasi kecelakaan kereta tersebut.

Operator perkeretaapian Denmark, DSB, menyebut sedikitnya enam orang tewas dalam kecelakaan tragis ini. "Kami bisa mengonfirmasi bahwa enam orang tewas," sebut seorang petugas jaga operator DSB kepada AFP.


Juru bicara Kepolisian Funen menuturkan kepada wartawan bahwa pihaknya belum bisa memberikan informasi exceptional soal insiden ini. "Kami tahu bahwa sebuah objek mengenai kereta," sebutnya.

Dampak dari kecelakaan ini, Great Belt Bridge terpaksa ditutup sementara baik untuk kereta maupun kendaraan biasa. Laporan menyebut ada 131 penumpang dan tiga awak di atas kereta yang mengalami kecelakaan.



Sumber detik.com

Pria Thailand Tembak Mati Vi Anggota Keluarga Termasuk Ii Anaknya

Pria Thailand Tembak Mati half dozen Anggota Keluarga Termasuk two AnaknyaIlustrasi (Thinkstock)

Bangkok -Seorang pria di Thailand menembak mati enam orang yang merupakan anggota keluarganya sendiri setelah pesta Tahun Baru. Dua korban di antaranya masih anak-anak dan merupakan anak dari pelaku. Pelaku kemudian bunuh diri.

Dituturkan kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (2/1/2018), bahwa insiden ini berawal saat pelaku yang bernama Sucheep Sornsung (41) ini tiba di rumah usai menghadiri pesta Tahun Baru. Pelaku langsung terlibat pertengkaran dengan anggota keluarganya di rumah yang ada di Provinsi Chumphon.

Pemicu pertengkaran itu tidak diketahui pasti, namun berujung aksi penembakan cruel dan keji oleh Sucheep yang kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.


Enam orang termasuk dua anak Sucheep yang berusia half dozen tahun dan ix orang, tewas dalam penembakan itu. Empat korban lainnya terdiri atas dua pria dan dua wanita berusia 47-71 tahun yang merupakan anggota keluarga istri Sucheep. Istri Sucheep sendiri berhasil selamat bersama satu pria lainnya yang mengalami luka-luka.

"Pelaku pergi ke pesta bersama teman-temannya dan kemudian pulang ke rumah untuk melihat keluarga istrinya dan mereka mulai bertengkar sebelum dia memakai senjata api untuk menembaki mereka," tutur Komandan Kepolisian Provinsi Chumphon, Mayor Jenderal Polisi Saharat Saksilapachai, kepada Reuters.

"Menurut sejumlah saksi, pelaku tidak minum (alkohol) banyak dan kami menduga kemarahan pelaku datang dari masalah lama dengan keluarga istrinya," imbuhnya.


Kepolisian setempat menyebut Sucheep memiliki catatan kriminal terkait narkoba dan sebelumnya pernah dipenjara, namun dia tidak memiliki catatan tindak kekerasan terhadap keluarganya.

Thailand diketahui memiliki angka tinggi untuk kepemilikan senjata api dan kematian yang disebabkan senjata api, namun insiden penembakan massal tergolong jarang terjadi. Menurut information tahun 2016 dari University of Washington, Thailand memiliki angka kematian akibat senjata api tertinggi di antara 10 negara Asia lainnya. Angkanya mencapai l persen lebih tinggi dari Filipina, yang menempati posisi kedua.

Kementerian Dalam Negeri Thailand menyebutkan bahwa ada lebih dari half dozen juta senjata api terdaftar di negara berpenduduk 69 juta jiwa ini. Namun jumlah senjata api tak terdaftar atau beredar secara ilegal juga diperkirakan tidak kalah banyak jumlahnya.



Sumber detik.com

Perempuan Indramayu Dibunuh Di Hotel Singapura, Pria Bangladesh Ditangkap

Perempuan Indramayu Dibunuh di Hotel Singapura, Pria People's Republic of Bangladesh Ditangkap Ilustrasi pembunuhan (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)

Singapura - Seorang perempuan asal Indramayu berinisial NWS dibunuh oleh pria asal People's Republic of Bangladesh di Singapura. Pria itu kini sudah ditangkap.

Direktur Perlindungan WNI-BHI Kemlu Lalu chiliad Iqbal mengatakan KBRI Singapura menerima laporan mengenai kasus pembunuhan NWS pada xxx Desember 2018. NWS adalah seorang pekerja migran Republic of Indonesia (PMI).

"Pembunuhan terjadi di salah satu kamar di Hotel Dragon, Geylang, Singapura. Jenazah saat ini dalam proses autopsi di Singapore General Hospital," kata Lalu chiliad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/1/2019).



KBRI berkoordinasi dengan kepolisian Singapura. Polisi telah menangkap seorang pria berkewarganegaraan People's Republic of Bangladesh terkait kejadian ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, pria People's Republic of Bangladesh itu bernama Ahmed Salim. Dia disebut kenal dengan korban.

Kembali ke pernyataan Lalu chiliad Iqbal, Kemlu telah menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut kepada keluarga NWS di Indramayu. Berdasarkan information KBRI Singapura, NWS mulai bekerja di Singapura sejak tahun 2013. Kontrak kerja terakhir dibuat pada tahun 2016 lalu.



"KBRI Singapura akan memantau penanganan kasus ini oleh otoritas Singapura, memastikan pemenuhan hak-hak almarhumah dan memulangkan jenazah almarhumah kepada keluarganya di Indramayu setelah selesainya proses otopsi," tutup Lalu chiliad Iqbal.

Sumber detik.com

Mobil Tabrak Pejalan Kaki Di Jerman Saat Tahun Baru, Four Orang Luka

Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Jerman Saat Tahun Baru, four Orang LukaIlustrasi (Thinkstock)

Berlin -Empat orang luka-luka di kota Bottrop, Jerman, setelah sebuah mobil menabrak kerumunan pejalan kaki saat Tahun Baru. Serangan mobil ini diduga bermotif rasisme, karena pelaku diduga sengaja menargetkan warga negara asing.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/1/2019), pengemudi mobil merek Mercedes warna perak yang menabrak kerumunan itu sempat melarikan diri usai beraksi pada Selasa (1/1) pagi waktu setempat. Identitas pelaku tidak diungkap ke publik, hanya disebut usianya l tahun dan berkewarganegaraan Jerman.

Dituturkan pejabat senior pemerintah Jerman bahwa pelaku melontarkan komentar rasis saat dicegat dan ditangkap polisi di kota Essen, sebelah kota Bottrop.

"Seorang pria Jerman yang secara sengaja berkendara ke arah kerumunan orang ... yang sebagian besar terdiri atas warga asing. Ada niat jelas oleh pria ini untuk membunuh warga asing," sebut Menteri Dalam Negeri Wilayah North Rhine-Westphalia, Herbert Reul, kepada wartawan.


Empat orang luka-luka dalam insiden ini, dengan salah satu di antaranya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Seorang juru bicara kepolisian setempat menyebut sejumlah warga Suriah dan Transitional Islamic State of Afghanistan termasuk dalam daftar korban luka.

Pelaku yang telah ditangkap diketahui tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Namun laporan awal menyebut dia mengalami gangguan mental.

Dituturkan Reul bahwa pelaku sempat hendak menabrak satu pejalan kaki lainnya, namun pejalan kaki itu berhasil selamat tanpa luka-luka. Pelaku juga disebut menargetkan orang-orang yang berkerumun di dekat sebuah halte jitney setelah melarikan diri dari lokasi serangan di Bottrop. Untungnya tidak ada korban luka dalam insiden di halte jitney itu.


Menteri Dalam Negeri Federal Jerman, Horst Seehofer, menegaskan kepada surat kabar Bild bahwa serangan di Bottrop ini akan diselidiki dengan hati-hati, bersama dengan insiden yang terjadi di Bavaria pada Sabtu (29/12) lalu saat empat pencari suaka ditangkap atas kecurigaan menyerang puluhan orang lainnya. "Ini menjadi persoalan kredibilitas politik untuk menuntaskan kedua kasus secara meyakinkan dan tegas," ucapnya.



Sumber detik.com

Pemerintah China Tutup Dan Segel Three Masjid Di Provinsi Yunnan

Pemerintah Communist People's Republic of China Tutup dan Segel iii Masjid di Provinsi YunnanIlustrasi (ebcitizen.com)

Beijing -Pemerintah China dilaporkan telah menutup dan menyegel tiga masjid di kota Weishan, Provinsi Yunnan. Penutupan ini sempat mendapat perlawanan dari jemaah setempat.

Seperti dilansir kantor News Turki, Anadolu Agency, Rabu (2/1/2019), penutupan dan penyegelan tiga masjid di Weishan, Provinsi Yunnan, ini dilaporkan oleh surat kabar South Communist People's Republic of China Morning Post yang mendasarkan laporannya pada video yang direkam dari lokasi kejadiannya.

Menurut South Communist People's Republic of China Morning Post, masjid-masjid yang ditutup itu merupakan masjid yang dipakai ibadah oleh etnis muslim Hui. Otoritas setempat menyebut penutupan dilakukan karena adanya 'pendidikan keagamaan ilegal' di masjid-masjid tersebut.


Video yang dilansir South Communist People's Republic of China Morning Post disebut menunjukkan puluhan polisi berseragam sedang berhadapan dengan para jemaah yang berupaya mencegah penutupan masjid. Tidak diketahui pasti apakah ada jemaah yang ditahan oleh polisi-polisi setempat.

Rekaman video itu juga menunjukkan momen saat pintu masjid dirantai dan disegel. Tidak disebut lebih lanjut nama masjid-masjid yang disegel tersebut.

Dalam pernyataan yang dikutip surat kabar pemerintah China, People's Daily, kantor pemerintah lokal Weishan menyatakan pihak kepolisian berkoordinasi dengan Komisi Urusan Etnis dan Keagamaan Distrik Weishan melakukan penggerebekan di sejumlah desa di Huihuideng, Sanjia dan Mamichang untuk 'menjaga keselarasan dan stabilitas di domain religius'.


Diperkirakan ada sekitar 700 ribu warga etnis muslim Hui yang tinggal di Provinsi Yunnan.

Diketahui bahwa ada ten etnis muslim dari full 56 etnis minoritas yang ada di China. Kelompok-kelompok etnis muslim di Communist People's Republic of China terdiri atas Hui, Uighur, Kyrgyz, Kazakh, Tajik, Tatar, Uzbek, Salar, Bao'an dan Dongshiang. Kebanyakan kelompok etnis muslim itu tinggal di wilayah utara dan barat laut China.



Sumber detik.com

Trump Akui Nantikan Pertemuan Kembali Dengan Kim Jong-Un

Trump Akui Nantikan Pertemuan Kembali dengan Kim Jong-UnDonald Trump saat bertemu Kim Jong-Un di Singapura pada Juni 2018 (Anthony Wallace/Pool via Reuters)

Washington DC -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku menantikan segera bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Hal ini disampaikan usai Kim Jong-Un memperingatkan Korut bisa mengambil pendekatan berbeda untuk perundingan nuklir jika sanksi ekonomi AS tidak dicabut.

"Saya juga menantikan untuk bertemu dengan Ketua Kim yang menyadari dengan baik bahwa Korea Utara memiliki potensi ekonomi besar!" ucap Trump dalam pernyataannya via akun Twitternya, @realDonaldTrump, seperti dilansir AFP, Rabu (2/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan Trump sembari melansir sebuah News yang mengulas pidato Tahun Baru Kim Jong-Un. Dalam pidatonya, Kim Jong-Un menyatakan Korut tidak akan membuat atau melakukan uji coba senjata nuklir lagi.


Dalam pertemuan puncak di Singapura pada Juni 2018, Trump dan Kim Jong-Un menandatangani dokumen soal kesepakatan denuklirisasi Semenanjung Korea. Namun sejak saat itu, perkembangan yang dicapai nyaris tidak ada. Perundingan soal denuklirisasi antara AS dan Korut bahkan mandek.

Kendati demikian, Trump melontarkan harapan untuk mengelar pertemuan kedua dengan Kim Jong-Un pada tahun ini.

Di sisi lain, Korut menuntut pencabutan sanksi-sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap pihaknya terkait plan senjata nuklir dan rudal balistik yang dilarang. Tidak hanya itu, Korut juga mengecam desakan-desakan AS untuk perlucutan senjata yang disebut oleh Korut 'mirip gangster'.


Dalam pidato Tahun Barunya, Kim Jong-Un melontarkan peringatan untuk AS jika negara itu terus memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Korut. "Kami mungkin terpaksa mencari cara baru untuk membela kedaulatan negara dan kepentingan tertinggi negara," sebut Kim Jong-Un dalam pidatonya.

Ditambahkan Kim Jong-Un bahwa dirinya bersedia untuk bertemu Trump kapan saja dan akan berupaya 'meraih hasil yang tidak gagal yang bisa disambut oleh komunitas internasional'.



Sumber detik.com

Warga Equally Yang Ditahan Rusia Eks Marinir, Hendak Hadiri Pernikahan

Warga AS yang Ditahan Rusia Eks Marinir, Hendak Hadiri PernikahanPaul Whelan (Courtesy Whelan Family/Handout via REUTERS)

Washington DC -Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) bernama Paul Whelan yang ditahan atas dugaan spionase di Rusia, merupakan seorang mantan Marinir AS. Pihak keluarga menyatakan Whelan tidak bersalah dan datang ke Rusia untuk menghadiri pesta pernikahan temannya.

Dinas Keamanan Domestik Rusia atau FSB menyatakan pihaknya menahan Whelan pada Jumat (28/12) lalu. FSB menyebut Whelan ditahan 'saat melakukan aksi spionase' di Moskow. Penahanan Whelan menandai rentetan kasus spionase terbaru antara Rusia dan negara-negara Barat. Ditegaskan juga oleh FSB bahwa Whelan tengah diselidiki atas pasal 276 Tindak Pidana Kriminal Rusia. Whelan terancam hukuman maksimum xx tahun penjara jika dinyatakan bersalah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (2/1/2019), Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya telah diNewshu secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Rusia soal penahanan satu warganya itu. Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya juga mencari akses untuk bisa menemui langsung warga AS yang ditahan itu.

"Kewajiban Rusia di bawah Konvensi Wina mengharuskan mereka untuk memberikan akses konsuler. Kami telah meminta akses ini dan mengharapkan otoritas Rusia untuk memberikannya," sebut Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.


Dalam pernyataan terpisah, pihak keluarga meyakini Whelan tidak bersalah. "Kami telah membaca laporan penangkapan Paul Whelan, putra dan saudara kami, di Moskow. Paul merupakan seorang pensiunan Marinir dan sedang mengunjungi Moskow untuk menghadiri sebuah pernikahan," demikian pernyataan saudara laki-laki Whelan, David, via Twitter.

Dituturkan David bahwa Whelan berhenti berkomunikasi dengan keluarganya pada Jumat (28/12) lalu, yang tergolong tidak biasanya dilakukan Whelan. Keluarga Whelan baru mengetahui penahanannya di Rusia melalui media massa pada Senin (31/12) pagi waktu setempat. Pihak keluarga menyatakan telah berkomunikasi dengan para anggota parlemen AS juga Departemen Luar Negeri AS.

"Kami sangat mengkhawatirkan keselamatan dan kondisinya. Tidak diragukan dia tidak bersalah dan kami yakin hak-haknya akan dihormati," tegas pernyataan keluarga Whelan.

Whelan yang berusia 48 tahun dan lahir di Kanada ini pergi ke Moskow untuk menghadiri pernikahan temannya semasa masih bertugas di the U.S. of A. Marine. Temannya yang tidak disebut namanya itu menikah dengan seorang wanita Rusia.


David menegaskan bahwa 'tidak mungkin' tuduhan Rusia soal spionase yang dijeratkan ke Whelan itu benar adanya. "Paul memiliki latar belakang penegakan hukum. Dia seorang Marinir. Dia telah bekerja di korporat keamanan dan dia menyadari baik aturan hukum dan risiko bepergian ke negara-negara yang berisiko untuk para pelancong," tegas David kepada CBC News.

"Tidak mungkin bahwa dia akan mengambil risiko itu saat bepergian ke Moskow, tidak mungkin juga dia melanggar hukum, terutama melanggar hukum soal aksi spionase," imbuhnya.

Beberapa waktu terakhir, Whelan bekerja di sebuah perusahaan penyuplai komponen otomotif, BorgWarner. Dia menjabat sebagai Direktur Keamanan Global di perusahaan itu. Tugasnya antara lain mengawai keamanan di fasilitas-fasilitas perusahaan itu di Auburn Hills, Michigan dan di beberapa negara lainnya.

Penahanan Whelan ini terjadi saat Rusia terlibat rentetan skandal mata-mata dengan negara-negara Barat. Mulai dari insiden diracunnya eks mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris, lalu dugaan intervensi pilpres AS tahun 2016 hingga persidangan mata-mata Rusia, Maria Butina, yang bertindak sebagai agen intelijen asing secara ilegal di AS.



Sumber detik.com

Salesgirl Indonesia Ditemukan Tewas Setengah Telanjang Di Malaysia

Salesgirl Republic of Indonesia Ditemukan Tewas Setengah Telanjang di MalaysiaIlustrasi law trouble (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)

Selangor -Jenazah seorang perempuan telanjang dengan tangan terikat ditemukan di kediamannya di Malaysia. Perempuan itu dilaporkan adalah orang Indonesia.

Perempuan itu diperkirakan berusia sekitar xxx tahun. Jenazahnya ditemukan di kediamannya di Jalan Reko, Kajang, sebuah kota di negara bagian Selangor.



Wakil Kepala Kepolisian Kajang, Mohd Sabri Abdullah, mengatakan jenazah perempuan itu ditemukan oleh atasannya pada Senin (31/12/2018) pukul 18.24 waktu setempat. Identitas perempuan itu tidak disebutkan.

"Paspornya tidak ada di lokasi, mulutnya disumpal pakaian," kata Abdullah seperti dilansir The Star, Rabu (2/1/2019).



Korban adalah seorang salesgirl di toko furnitur. Dia diketahui sudah tidak bekerja selama iii hari.

"Korban terakhir kali terlihat pada 27 Desember 2018 malam," ujarnya.

Sumber detik.com

Terbentur Badak Di Kebun Binatang As, Balita Ii Tahun Dilarikan Ke Rs

Terbentur Badak di Kebun Binatang AS, Balita two Tahun Dilarikan ke RSBrevard Zoo menangguhkan tur pengalaman pribadi dengan badak usai insiden menimpa seorang balita (WKMG via CNN)

Florida -Seorang balita berusia two tahun di Florida, Amerika Serikat (AS) mengalami luka-luka setelah tubuhnya terbentur bagian moncong seekor badak. Insiden itu terjadi saat balita perempuan ini berhasil 'menyusup' masuk ke dalam kandang badak di kebun binatang setempat.

Seperti dilansir CNN, Rabu (2/1/2019), balita tersebut melakukan kontak langsung dengan seekor badak di Brevard Zoo di Florida pada Selasa (1/1) waktu setempat ketika dia bersama keluarganya ikut serta dalam tur pengalaman pribadi untuk mendekat ke kandang badak-badak putih di kebun binatang tersebut.

Balita itu dan keluarganya mendapatkan akses untuk merasakan dan menyikat langsung badak-badak tersebut, sambil diawasi oleh dua pawang. Keluarga itu dan para badak hanya dipisahkan oleh pagar dari tiang-tiang baja.


Saat mengikuti tur itu, tiba-tiba si tubuh balita melewati tiang-tiang baja dan masuk ke expanse kandang badak. Direktur Marketing dan Komunikasi Brevard Zoo, Andrea Hill, menyebut bahwa jarak antara satu tiang dengan tiang lainnya sekitar xi inch atau 27 cm. Tubuh si balita bisa melewati celah tersebut.

Di dalam kandang, balita itu didekati dua ekor badak betina. Moncong salah satu badak mengenai balita itu yang kemudian tubuhnya terbentur cukup keras.

Ayah balita itu yang sebelumnya terus menggendongnya, dengan cepat berusaha menarik putrinya keluar dan langsung membawanya ke kantor kebun binatang setempat. Balita itu dan keluarganya kemudian dilarikan ke rumah sakit.


Tidak disebutkan lebih lanjut luka-luka yang dialami balita itu. Kondisinya usai insiden itu juga tidak diketahui pasti.

"Kekhawatiran utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan tamu-tamu kami dan hati kami tertuju pada keluarga itu. Keselamatan selalu menjadi kepentingan paling terutama bagi kami," tegas Direktur Eksekutif Brevard Zoo, Keith Winsten.

Dalam pernyataannya, pihak kebun binatang menyatakan tur pengalaman pribadi dengan badak terpaksa ditangguhkan sementara, sambil pengkajian keselamatan selesai dilakukan. Diketahui bahwa tur pengalaman pribadi dengan badak telah dilakukan sejak tahun 2009 di kebun binatang itu dan belum pernah terjadi insiden apapun sebelumnya. Brevard Zoo yang terletak di lokasi berjarak 88 kilometer dari Orlando ini menjadi rumah bagi lebih 900 binatang.



Sumber detik.com

Bayi Korban Ledakan Gas Di Rusia Selamat Setelah Tertimbun 35 Jam

Bayi Korban Ledakan Gas di Rusia Selamat Setelah Tertimbun 35 JamPetugas mengevakuasi bayi yang tertimbun puing-puing akibat ledakan gas dahsyat di Rusia. (Foto: Reuters TV)

Magnitogorsk -Seorang bayi ditemukan selamat setelah tertimbun di puing-puing bangunan yang porak poranda akibat ledakan gas dahsyat di Rusia. Ledakan ini sebelumnya menyebabkan three orang tewas.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/1/2019), bayi itu ditemukan ketika seorang penyelamat mendengarnya menangis. Proses evakuasi sang bayi tidaklah mudah.

"Ratusan orang menunggu kemunculan anak yang terluka dari bawah puing-puing seperti keajaiban. Dan keajaiban terjadi, " kata seorang pejabat seperti dikutip oleh Interfax.


Menurut laporan dari media Interfax, ibu dari bayi tersebut masih hidup. Petugas menyebut penemuan bayi tersebut adalah keajaiban.

Insiden ini sebelumnya terjadi pada Senin (31/12/2018) waktu setempat. Ratusan orang terpaksa hidup tanpa tempat tinggal di tengah bekunya udara Magnitogorsk yang berjarak 1.700 kilometer dari ibu kota Moskow.

Tayangan televisi menunjukkan puing-puing beton saling bertumpuk di lokasi. Presiden Rusia Vladimir Putin juga sudah memerintahkan menterinya mendatangi lokasi kejadian.




Tonton juga video 'Ledakan di Apartemen Rusia Saat Penghuni Sedang Terlelap':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com