Showing posts with label News-jawa-barat. Show all posts
Showing posts with label News-jawa-barat. Show all posts

Bnpb: Thirteen Meninggal Dan Twenty Jiwa Belum Ditemukan

BNPB: xiii Meninggal dan twenty Jiwa Belum DitemukanKepala BNPB Willem Rampangilei (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memimpin rapat evaluasi penanganan longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). Willem memperbarui information jumlah warga terdampak longsor.

Sebelumnya BPBD bersama Basarnas dan Danrem 061 Suryakencana Letkol Inf chiliad Hasan menyebut jumlah KK yang menghuni 32 kepala keluarga atau 101 jiwa. "Hasil rapat evaluasi singkat kami, dampak longsor, KK yang terdampak 29 KK, jiwa yang terdampak 100 jiwa. Rumah yang rusak tertimbun 29 unit. Korban mengungsi 64 orang, iii korban luka berat di RSUD Palabuhanratu. Meninggal dunia xiii jiwa, belum ditemukan twenty jiwa," kata Willem kepada awak media.


Untuk proses pencarian korban, Willem menyebut kondisi medan sulit dicapai serta ancaman longsor masih mengintai relawan dan tim SAR gabungan yang berada di lokasi.

"Tadi saya ke lokasi hujan deras, dimana ancaman longsor masih ada itu juga jadi tantangan tim yang melakukan pencarian dan evakuasi. Saat ini kendaraan berat baru ada dua, harusnya lebih dari itu peralatan pencarian harus lebih dari dua harus 6, backhoe ukuran kecil pakai rantai. Dinas PUPR juga sedang mengupayakan mungkin dalam perjalanan," tuturnya.


Soal penanganan pengungsi, Willem menjelaskan ada 100 jiwa yang terdampak. Namun tenda pengungsi masih belum diperlukan karena banyak warga yang memilih menginap di keluarganya.

"Karena ini bagian dari kampung adat mereka menginap di keluarga dan saudara, untuk logistik ada dapur dengan kapasitas 3.000 orang, dikelola Korem 061 Suryakencana dan BPBD setempat. Diperlukan dukungan makanan, kita kirim makanan siap saji dalam perjalanan malam ini bisa. Selain itu sarung tangan latek dan masker juga kita siapkan," ujar Willem.

Proses pencarian hari, tiga jasad ditemukan petugas gabungan. "Korban tewas hingga hari ini mencapai xiii orang, dengan rincian two korban ditemukan pada Senin (1/1/2019), kemudian viii korban pada Selasa (2/1/2019) dan hari ini iii orang korban," ucap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.

Berikut identitas korban yang ditemukan :

31/12/2018
1. Hendra (L) pkl 21.15
2. Sasa (p) pkl 21.15

01/01/2019
1. Ukri (L) 50th, pkl 07.45
2. Riska (p) 27th, pkl 08.40
3. Rita (p) 15th,pkl 10.54
4. Yanti (p) 38th, pkl 10.58
5. Ahudi (L)60th, pkl 11.15
6. Suryani (p) 35th, pkl 13.47
7. Jumhadi (L) 47th, pkl 15.58
8. Yami (p) 26th, pkl 16.35

02/01/2019
1.Sukiman (L) 70th, pkl 09.35
2.Umih (P) 70th, pkl 09.36
3.Tn.Endu (L) 43th, pkl 10.37

Sumber detik.com

Cerita Ayah-Anak Selamat Saat Longsor Terjang Kampung Adat

Cerita Ayah-Anak Selamat saat Longsor Terjang Kampung AdatTandi (27) dan putrinya, Sindi (7). (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Tandi (27) dan putrinya, Sindi (7), lolos dari maut saat tanah longsor menerjang perkampungan tempat tinggalnya di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin 31 Desember 2018. Namun nahas, Yami (26), istri Tandi atau ibu dari Sindi, tewas akibat peristiwa tersebut.

Selain sang istri, Tandi juga mesti rela kehilangan xiii anggota keluarganya yang tinggal berdekatan. Mereka tewas tertimbun di dalam rumah tanpa sempat menyelamatkan diri saat tanah meluluhlantakkan rumah mereka.


Perlahan Tandi menceritakan peristiwa yang menurutnya berlangsung sangat singkat tersebut kepada detikcom, Rabu (2/12/2018). Saat berbicara sesekali Tandi menutup wajah dengan kedua tangannya.

"Kejadiannya sangat singkat, sekitar pukul 18.00 WIB diawali dengan suara gemuruh. Saat itu posisi saya sedang di luar rumah, ketika akan mencoba lari tubuh saya terasa berat. Tanah lumpur mengubur badan saya sampai dada," kata Tandi sambil meraih putrinya ke dalam gendongan.

Tandi saat itu ingat dengan sang istri, kemudian dia teringat putrinya Sindi yang menurutnya baru saja pergi berpamitan untuk mengaji ke langgar (musala). Beberapa kali Tandi mencoba keluar dari tanah yang menimbunnya, namun usahanya tidak berhasil.

Cerita Ayah-Anak Selamat saat Longsor Terjang Kampung AdatTandi (27) dan putrinya, Sindi (7). (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Tandi berteriak minta tolong, namun upayanya sia-sia tidak ada seorangpun yang mendengar teriakannya di tengah situasi yang masih mencekam.


Sekitar dua jam Tandi terkubur hingga dada, sampai tiba-tiba dia mendengar teriakan Suma (40) sang kakak. Saat itu Suma dibantu beberapa warga menggali tubuh Tandi, akhirnya Tandi bisa terselamatkan.

"Saya melihat sekeliling, saya berpikir ini keajaiban dalam hidup saya. Tanah lumpur di sekitar saya berada menimbun seluruh rumah di sekitar saya berada termasuk rumah saya sementara, saya hanya tertimbun hingga dada," ucapnya.

Sindi juga berhasil diselamatkan warga, dia berlari begitu melihat urugan tanah meluncur cepat ke arahnya.

"Kalau Sindi saat itu sedang berangkat ngaji, dia berhasil lari lalu sembunyi di salah satu rumah yang ajaibnya rumah itu tidak terkena longsor. Sindi dan empat temannya selamat," kata Tandi.

[Gambas:Video 20detik]


Sementara itu Suma (40) sang kakak, mengaku menerima telepon dari kerabatnya yang tinggal dekat dengan Kampung Cimapag.

"Saya dapat telepon, katanya kampung adik saya tertimbun longsor, begitu mendapat informasi itu saya langsung pergi dari rumah sampai di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB," ungkapnya.

Sekuat tenaga akhirnya Tandi berhasil dikeluarkan dari dalam tanah bercampur lumpur. Tandi menjalani pengobatan tradisional, kondisi kakinya masih mati rasa. "Dia belum bisa berjalan, katanya masih sakit," ucap Suma.

Sumber detik.com

Tol Dalam Kota Pasirkoja-Pusdai Bandung Beroperasi 2021

Tol Dalam Kota Pasirkoja-Pusdai Bandung Beroperasi 2021Wali Kota Bandung Oded one m Danial (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)

Bandung -Proyek pembangunan tol dalam kota Pasirkoja-Suci (Masjid Pusdai) Kota Bandung mulai masuk tahap pembahasan legalitas. Tol dalam kota pertama di Kota Bandung ini ditargetkan beroperasi pada 2021 nanti.

Wali Kota Bandung Oded one m Danial mengatakan saat ini proyek tersebut tengah pembahasan perizinan agar pembangunan dapat segera dikerjakan. Diharapkan perizinannya segera tuntas dan pembangunan mulai berlangsung pada 2019.

"Jadi tahun ini masih pembahasan. Mudah-mudahan tahun ini juga sudah mulai (pembangunan). Kalau barusan hasil pembahasan, 2021 akhir tol sudah bisa berfungsi," ujar Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (2/1/2019).


Oded mengatakan saat ini ia sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai sektor untuk bersinergi dengan Pemprov Jabar dan pihak pengembang. "Diharapkan tim bisa mempercepat urusan ini," ucap Oded.

Wakil Pimpinan Poyek Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) Tri Agus mengatakan tol tersebut akan tersambung dengan proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang merupakan tol dalam kota dari Tol Pasteur menuju Ujungberung dan berakhir di KM 149 Gedebage.

Dari segi pembangunan, tol tersebut akan berupa elevated atau berada di atas jalan yang ada. Sehingga jalan di bawahnya tetap bisa digunakan oleh kendaraan umum dan tidak akan banyak membebaskan tanah.

"Proyek ini kan harus satu kesatuan, sama-sama saling support. Pertama izin, kedua desain, ketiga tanah bebas dan keempat utilitas. Kalau keempatnya sudah bebas semua, orang enak kerjanya," ucap Tri di tempat yang sama.


Tri menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung untuk memenuhi empat unsur tersebut, terutama dari segi perizinan dan utilitas.

Tol dalam kota pertama di Kota Bandung sepanjang 14,3 KM itu akan tersambung mulai dari keluar Tol Pasirkoja, Jalan Peta, Jalan Laswi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pelajar Pejuang, Jalan Sukabumi, Jalan Supratman dan berakhir di Jalan Suci (Masjid Pusdai).

Sumber detik.com

Wali Kota Oded Usul Sebagian Tol Dalam Kota Bandung Underpass

Wali Kota Oded Usul Sebagian Tol Dalam Kota Bandung UnderpassFoto: Tri Ispranoto

Bandung -Dalam waktu tak lama lagi pembangunan North South Link (NS-Link) atau tol dalam Kota yang terhubung dari Tol Pasirkoja hingga ke Jalan Suci (Masjid Pusdai), Kota Bandung segera dimulai. Saat ini pembangunan masih dalam tahap perencanaan.

Wali Kota Bandung Oded m Danial mengatakan proyek tersebut dilakukan oleh Pemprov Jabar. Hanya saja Pemkot Bandung berwenang dalam mengeluarkan izin selaku tuan rumah.

"Walau pun itu jalan Pemprov, perizinan di kita. Kalau Pemkot tidak mengizinkan, ya tidak bisa jalan," ujar Oded usai pembahasan tol bersama Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) di Balai Kota Bandung, Rabu (2/1/2019).

Sejauh ini, kata Oded, proyek yang akan membentang sejauh kurang lebih 14,3 KM itu tidak akan banyak melakukan pembebasan lahan. Sebab tol dibuat elevated atau melayang di atas jalan yang ada.

"Tapi barusan ada pemikiran usulan dari Laswi ke Supratman pakai underpass. Karena di situ banyak bangunan heritage. Kalau ke bawah kan tidak akan mengganggu. Itu yang kita usulkan," katanya.



Oded mengatakan tahun ini pihaknya akan mempersiapkan daya dukung pembangunan berupa membahas izin seperti Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) hingga perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Jadi sekarang ini tahapan baru mempersiapkan daya dukung perizinan seperti AMDAL, RTRW juga harus diubah. RTRW nanti kita bahas, karena pasti ada perubahan. Jadi tahun ini masih pembahasan," ucapnya.

Sementara itu Wakil Pimpinan Poyek CMLJ Tri Agus mengatakan pihaknya saat ini masih mengurusi masalah legalitas sebelum memulai proyek. Selanjutnya ia akan menyelesaikan desain akhir untuk mulai melakukan pengadaan atau pembebasan tanah.

"Nah pengadaan tanah memang kalau secara luas tidak begitu banyak karena memakai elevated. Paling pinggir-pinggirnya yang kena jalan. Karena lokasinya di pinggir jalan, mungkin kena pagarnya atau halamannya sedikit. Ini perlu kerjasama, keikhlasan, untuk kepentingan umum," ucapnya.

Sejauh ini, kata Tri, pihaknya belum mengantongi Detail Engineering Design (DED). Namun dari desain awal akan ada empat gerbang keluar dan masuk sepanjang tol. Sedangkan untuk masalah permintaan underpass dari Pemkot Bandung, hal itu akan masuk dalam pembahasan.

"Itu kan masih usulan. Mungkin atau tidaknya (usulan underpass) nanti dikaji. Kalau memungkinkan dan itu yang terbaik, kita lakukan," katanya.

Sumber detik.com

4 Keluarga Korban Puting Beliung Cirebon Huni Tenda Pengungsian

4 Keluarga Korban Puting Beliung Cirebon Huni Tenda PengungsianSejumlah keluarga korban puting beliung di Cirebon memilih bertahan di tenda pengungsian. (Foto: Sudirman Wamad/detikcomn)

Cirebon -Rosid (32) dan Maria (28), suami-istri asal Cirebon ini terpaksa tinggal di tenda biru milik BPBD Kabupaten Cirebon. Keduanya mengungsi lantaran rumahnya ambruk diterjang puting beliung pada Minggu (30/12/2018) kemarin.

Rosid dan Maria kehilangan sejumlah barang-barang berharga. Maria mengaku belum mengetahui sampai kapan menghuni tenda biru. Ia berharap pemerintah bisa secepatnya merenovasi rumahnya yang ambruk diterjang puting beliung.

"Enggak tahu sampai kapan. Menginap di tenda sudah satu malam, sebelumnya menginap di saudara. Katanya mau dibangun sama pemerintah," ucap Maria saat berbincang di tenda pengungsian yang berada di Blok iii Desa Pangrugan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Rabu (3/12/2018).


Tenda pengungsian itu ditinggali oleh Maria dan tiga orang lainnya. "Sudah tinggal di sini 10 tahunan, tiga tahun lalu rumah baru direnovasi. Sebelumnya hanya pakai geribik," katanya.

Saat kejadian angin puting beliung, Maria mengaku berada di dalam rumah. Saat itu, Maria tengah menyantap makanan. Namun, Maria mendadak heran ketika mendengar suara genting yang runtuh di sekitar rumahnya.

"Saya langsung keluar rumah, ibu saya keluar juga. Suami waktu itu tidak ada di rumah. Pas saya keluar rumah ambruk," katanya.

Maria mengaku sempat mengungsi ke masjid yang berada di dekat Balai Desa Panguragan Kulon. Perempuan yang tengah hamil sembilan bulan ini mengaku ikhlas dengan musibah yang menimpa keluarganya.

"Nasi sudah jadi bubur, harus ikhlas. Katanya nanti dibangun, sementara bantuan dari pihak desa untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

4 Keluarga Puting Beliung Cirebon Bertahan di Tenda PengungsianTenda pengungsian. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Cirebon Fauzan menyebutkan sedikitnya empat keluarga masih mengungsi di tenda pengungsian, salah satunya keluarga Maria. Pihaknya mendirikan tiga tenda pengungsian untuk empat keluarga tersebut.

"Ada empat keluarga yang di tenda, jumlahnya delapan jiwa. Kita mendirikan tenda untuk keluarga yang rumahnya rusak 100 persen," ucap Fauzan saat ditemui di Balai Desa Panguragan Kulon.

Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemdes setempat terkait bantuan renovasi rumah kepada korban puting beliung yang rumahnya rusak 100 persen. "Waktu realisasinya belum ditetapkan. Cuma sudah dibahas, ada enam rumah yang rusak 100 persen. Tapi, hanya empat keluarga yang diungsikan. Sisanya mengungsi ke saudaranya," tutur Fauzan.



Saksikan juga video 'Imbas Puting Beliung Cirebon: 165 Rumah Rusak, i Bocah Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Sejumlah Kejanggalan Napi Lapas Sukamiskin Ke Luar Masuk Rumah Sakit

Sejumlah Kejanggalan Napi Lapas Sukamiskin ke Luar Masuk Rumah SakitFoto: Dony Indra Ramadhan

Bandung -Sopir ambulans Lapas Sukamiskin mengungkap kejanggalan-kejanggalan izin berobat ke luar narapidana Lapas Sukamiskin. Sejumlah napi sering ke luar-masuk lapas bahkan melebihi ketentuan batas waktu berobat.

Fickie, salah seorang sopir ambulans Lapas Sukamiskin mengatakan berdasarkan aturan yang dia ketahui, izin keluar satu orang napi untuk berobat hanya dua minggu sekali. Namun faktanya, banyak napi yang melanggar aturan itu.

"Kalau setahu saya izin keluar itu dua minggu sekali. Tapi banyaknya sering," ucap Fickie saat bersaksi dalam sidang kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (2/1/2019).



Dalam sidang, memang dia tak menjelaskan secara rinci nama-nama napi yang menggunakan izin keluar lapas. Namun dalam persidangan itu, beberapa nama disebut seperti Oc Kaligis, Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardana hingga Fuad Amin.

Jaksa KPK sempat bertanya kepada Fickie soal komunikasi napi di dalam mobil ambulans apakah benar sakit atau tidak. Fickie mengelak dan menyebut dirinya hanya fokus berkendara.

"Saya bawa mobil ambulans ngebut," kata Fickie.

"Masa ngebut, kan macet. Kondisi tahanan segawat apa sampai harus ngebut?," sanggah jaksa.

"Tiap dokter beda-beda waktunya. Harusnya jam nine tapi izin keluar baru jam 11," kata dia.

Fickie mengaku tak tahu apakah napi tersebut benar menjalani pemeriksaan dokter atau tidak. Dirinya hanya sebatas mengantar napi ke rumah sakit.

Fickie mengatakan berdasarkan aturan izin keluar napi dilakukan atas persetujuan kepala seksi perawatan, kabid pembinaan hingga terakhir ditandatangani oleh Kalapas. Selama ini, kata Fickie, tujuan berobat kebanyakan di rumah sakit swasta.

"Kalau di Bandung hampir semua rumah sakit didatangi. Memang harusnya ke (rumah sakit) negeri. Tapi napi mengeluh katanya punya dokter sendiri," tuturnya.

Waktunya pun hanya satu hari. Apabila melebihi atau dirawat, perlu mendapat surat rujukan dokter.

"Kalau kata dokternya dirawat ya dirawat, kalau pulang ya dibawa pulang," katanya.

Untuk proses penjemputan dari rumah sakit, Fickie mengatakan dia harus mendapat instruksi dari pimpinannya. Dia tak bisa menjemput langsung apabila belum ada permintaan.

"Kalau menjemput ada, sampai sore. Tapi kadang di situ ada banking concern complaint dari rumah sakit dirawat baru dirawat. Kalau menjemput pengawal nelepon. Nanti Kasi nelepon saya. Semua penjemputan harus ada perintah dulu," ucap dia.


Saksikan juga video 'Dirjen PAS Bantah Terlibat Suap Lapas Sukamiskin':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Terdaftar Tewas Akibat Longsor, Bayi Elan Ternyata Masih Hidup

Terdaftar Tewas Akibat Longsor, Bayi Elan Ternyata Masih HidupBayi lelaki ini sempat dikabarkan meninggal akibat longsor di kampung adat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Seorang bayi bernama Elan masuk daftar salah satu korban tewas akibat longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun ternyata bayi berusia three bulan itu masih hidup.

Sebelumnya, Elan dikabarkan tewas oleh pihak BPBD Kabupaten Sukabumi. Dalam laporan petugas, Elan ditemukan di expanse longsor. Nama Elan tertulis di information laporan sementara yang dikeluarkan oleh pihak BPBD sebagai korban tewas yang paling muda karena berusia three bulan.


Rupanya ada kesalahan informasi, baik condition dan penyebutan nama bayi tersebut. Elan diketahui bernama asli Reza.

Kabar soal bayi itu masih hidup diungkapkan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di lokasi longsor, Rabu (2/1/2019). "Saya dapat informasi barusan ada bayi yang dikabarkan meninggal tapi Alhamdulillah bayi atas nama Reza ini dibawa ibunya dan kondisinya selamat," kata Agung kepada awak media.

Terdaftar Tewas Akibat Longsor, Bayi 'Elan' Ternyata Masih HidupWarga menggendong bayi lelaki yang sempat masuk daftar korban tewas longsor di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
detikcom menemui langsung bayi 'Elan' Reza. Bayi lelaki itu tengah diasuh oleh kerabatnya bernama Indra (45) dan Sumiati, warga Kampung Gunung Uweuk, Desa Sirnaresmi.

Indra yang bekerja sebagai pendidik itu membenarkan bahwa Reza yang disebut-sebut sebagai Elan, masuk daftar salah satu korban tewas. "Awalnya kami santai saja karena enggak nyangka bayi Elan yang katanya tewas itu adalah Reza. Tapi lama-lama makin ramai, katanya anak ini tewas. Akhirnya kami luruskan informasinya hari ini. Tadi saya dipanggil untuk datang ke posko penanganan bencana," tutur Indra.


Menurut Indra, Reza selamat setelah mendapat pengobatan tradisional. Selain itu, tim medis menyatakan kondisi bayi itu baik-baik saja.

"Saya juga enggak tahu dari mana anak ini bisa dikabarkan meninggal dunia, kemarin juga ada pihak medis datang. Tadi juga ada yang datang lagi memeriksa kondisinya," ucapnya.

Dia menyebut ayah sang bayi itu meninggal dunia akibat longsor. Sedangkan Entin, ibu bayi, mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu.

"Bapaknya meninggal, ibunya sampai saat ini masih dirawat," ucap Indra.



Saksikan juga video 'Proses Evakuasi Korban Longsor Kp Adat Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Ridwan Kamil: Bencana Longsor Paling Banyak Di Jabar

Ridwan Kamil: Bencana Longsor Paling Banyak di JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil melihat langsung lokasi longsor di kampung adat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendatangi surface area longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan itu, Emil, sapaan Ridwan, menyambangi dapur umum, ruang DVI dan Posko SAR.

Kepada awak media, Emil mengungkapkan bahwa bencana longsor mendominasi jumlah bencana terbanyak di Jabar. "Bencana longsor ini di Jawa Barat termasuk bencana yang paling banyak. Data BPBD Propinsi Jawa Barat ada 1.560 bencana, dari jumlah itu 550 di antaranya adalah tanah longsor," kata Emil kepada awak media, Rabu (2/1/2019).

Dia menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah agar mewaspadai potensi bencana alam. "Karena bencana longsor ini secara geografisnya kebanyakan Jawa Barat Tengah dan Selatan kalau Jawa Barat Tengah ke Utara rata-rata peristiwanya lebih banyak banjir karena secara geologis dari Jabar tengah ke selatan itu miringnya curam," tutur Emil.


Terkait bencana longsor di Kampung Cimapag, Emil menjelaskan bahwa lokasi permukiman warga setempat tidak berada di lereng.

"Jadi secara kearifan lokal posisinya sudah menyesuaikan, yang terjadi adalah ada aliran air yang mungkin ekstrem, tanahnya menjadi labil sehingga menjadi longsoran yang menghabiskan satu kampung," ucapnya.

Soal pencarian dan evakuasi korban, Emil memastikan pihaknya terus berupaya dan tidak akan berhenti sampai seluruh korban ditemukan. "Kami akan terus berusaha melakukan upaya pencarian dan mengevakuasi korban. Mohon doanya seluruh korban yang hilang bisa ditemukan dari masyarakat di Jawa Barat dan Indonesia," ujar Emil.




Saksikan juga video 'Video Detik-detik Longsor Timbun Puluhan Rumah di Kp Adat Sinaresmi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Sekolah Rusak Oleh Puting Beliung Di Cirebon, Siswa Dipulangkan

Sekolah Rusak oleh Puting Beliung di Cirebon, Siswa DipulangkanFoto: Sudirman Wamad

Cirebon -Seharusnya hari ini jadi hari pertama sekolah siswa SMA Plus NU Panguragan dan MTs Istiqomah Cirebon. Namun karena bangunan sekolah rusak oleh pitung beliung Minggu (30/12/2018), terpaksa pihak sekolah memulangkan siswanya.Kerusakan paling parah dialami MTs Istiqomah.

Pihak sekolah memulangkan siswanya lantaran kondisi ruang kelas masih belum bisa digunakan. Salah satu ruangan kelas di MTs Istiqomah ambruk, kemudian sejumlah atap ruangan kelas hancur.

"Saya sudah kumpulkan siswa, kita lihat situasi dan kondisi sekolah. Hari ini kite berbenah dulu, beres-beres kursi dan meja. Siswa dipulangkan, karena masih pembenahan," kata Kepala Sekolah MTs Istiqomah Agus Ghusaeri saat berbincang dengan detikcom di MTs Istiqomah, Rabu (2/1/2019).



Agus menyebutkan mulai besok, Kamis (3/1/2019) proses pembelajaran normal kembali. Sementara itu, lanjut dia, proses pembenahan ruangan kelas yang hancur diprediksi memakan waktu hingga x hari ke depan.

Sekolah Rusak oleh Puting Beliung, Siswa di Cirebon DipulangkanFoto: Sudirman Wamad




Lebih lanjut, Agus mengatakan dari sembilan kelas yang ada di MTs Istiqomah, empat di antaranya masih digunakan. Sementara itu, lima kelas lainnya masih dalam proses pembenahan.

"Kita gunakan empat kelas ini dengan sistem shift mulai besok. Nanti ada shift pagi sama siang. Saya juga sudah mengusulkan bantuan ke pihak Kemenag," katanya.

Seperti diNewskan sebelumnya, puting beliung menerjang Kecamatan Panguragan pada Minggu (30/12/2018) sore. Akibat kejadian itu sebanyak 165 rumah rusak, dua sekolah rusak, dan seorang bocah iv tahun tewas tertimpa reruntuhan.



Saksikan juga video 'Cerita Ibu yang Kehilangan Anak Balita Akibat Puting Beliung':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Ridwan Kamil Saksikan Evakuasi Two Mayat Korban Longsor Sukabumi

Ridwan Kamil Saksikan Evakuasi two Mayat Korban Longsor SukabumiGubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengecek lokasi longsor di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengecek lokasi longsor Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/2019). Didampingi Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Danrem 061 Kolonel Inf K Hasan, Emil, sapaan Ridwan, yang mengenakan sepatu bot, langsung masuk ke surface area pencarian dan evakuasi.


Emil terlibat perbincangan serius dengan Bupati Marwan. Sekitar thirty menit kemudian, tiba-tiba suasana mendadak riuh. Sesosok mayat berhasil dievakuasi dari timbunan tanah.

Emil yang awalnya berniat ke posko bantuan, bergegas memposisikan diri memberi jalan lalu mengikuti rombongan pembawa mayat dari belakang hingga ke ruang DVI yang berjarak sekitar 250 meter dari surface area longsor.

Petugas mengevakuasi mayat tertimbun longsor di kampung adat Sukabumi.Petugas mengevakuasi mayat tertimbun longsor di kampung adat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Belum lima menit di ruang DVI untuk melihat jenazah korban longsor, Emil kembali menyaksikan satu korban longsor terbungkus kantong mayat yang dievakuasi ke ruang DVI. Seorang ibu berkerudung biru datang dan menduga mayat itu sebagai keluarganya. Ibu itu menangis.

Emil lantas meraih ibu tersebut dan mengajaknya duduk. "Keluarga ageungna sadayana sabaraha (keluarga besarnya semua berapa)," tanya Emil berbahasa Sunda.

"Sadayana tujuh, hiji tos di (rumah sakit) Palabuhanratu tinggal Genep jigana eta anu pang ageungna (semuanya tujuh, satu di RS Palabuhanratu, tinggal enam sepertinya itu yang paling besar)," ucapnya merujuk jasad yang baru ditemukan kepada Emil.

"Nuju diidentifikasi heula bilih leupat (sedang identifikasi dulu, takut salah)," ucap Emil.


Emil meminta ibu tersebut untuk menenangkan diri sambil menunggu proses evakuasi. Selain melihat ruang DVI, Emil menyempatkan diri bertemu dengan keluarga korban dan korban selamat dari longsoran.

Dengan ditemukannya dua mayat tersebut, information sementara jumlah korban tewas yang berhasil diangkat dari timbunan sebanyak thirteen orang.


Saksikan juga video 'Proses Evakuasi Korban Longsor Kp Adat Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Hari Ketiga Longsor Kampung Adat, Posisi Rumah Tertimbun Ditandai

Hari Ketiga Longsor Kampung Adat, Posisi Rumah Tertimbun DitandaiFoto: Syahdan Alamsyah

Sukabumi -Pencarian hari ketiga korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi kembali dilanjutkan, 892 personel SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas dan relawan diterjunkan.

"Hari ini ada 892 SAR gabungan yang akan kembali melakukan pencarian dibagi menjadi dua shift ada yang pagi sampai siang kemudian dilanjut dari siang sampai sore nanti," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada awak media di lokasi, Rabu (2/1/2019).

Marwan menyebut saat ini lokasi yang dicurigai tertimbun korban sudah ditandai untuk mempermudah proses pencarian dan evakuasi.

"Hari ini akan dilakukan percepatan karena titik-titik rumah yang tertimbun longsor sudah ditandai, mudah-mudahan ketika digali tidak geser kalaupun geser tidak terlalu jauh, kalau memang pencarian bisa sampai malam kita akan lakukan, di lokasi juga sudah dipasangi lampu," tambahnya.



Hari Ketiga Longsor Kampung Adat, Posisi Rumah Tertimbun DitandaiFoto: Syahdan Alamsyah


Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Made Oka menjelaskan expanse pencarian memiliki luas 3.500 meter persegi. Fokus pencarian di titik-titik yang sudah ditandai oleh tim atas informasi dari warga dan keluarga korban.

"Area pencarian seluas 3.500 meter persegi, ini sebenarnya rumahnya bukan longsor tapi tertimbun oleh longsoran jadi enggak bergerak. Semua personil dibagi menjadi dua shift dari pagi sampai siang, siang sampai sore. Kita mengoptimalkan untuk mencari dan mengevakuasi," jelas Oka.



Berdasarkan information yang diterima detikcom hingga malam tadi, dari fifteen jasad itu yang telah teridentifikasi sebanyak eleven orang. Berikut identitasnya:

1. Hendra (Lelaki)
2. Sasa (Perempuan)
3. Elan (L)
4. Ukri (L)
5. Riska (P)
6. Rita (P)
7. Yanti (P)
8. Ahudi (L)
9. Suryani (P)
10. Jumhadi (L)
11. Yami (L)



Saksikan juga video 'Alat Berat Mulai Beraksi di Lokasi Longsor Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

20 Orang Terindikasi Masih Tertimbun Longsor Sukabumi

20 Orang Terindikasi Masih Tertimbun Longsor SukabumiLongsor yang menerjang permukiman warga Kampung Adat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Petugas gabungan mendata korban terdampak longsor di Sukabumi. Data sementara fifteen orang tewas. Selain itu, ada puluhan korban lainnya yang diduga masih tertimbun di expanse longsor, Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


Tanah perbukitan Gunung Surandil longsor menerjang permukiman warga di kampung adat tersebut, Senin (31/12/2018). Sebanyak 63 orang selamat, dan tiga orang luka.

"Sampai dengan tadi ada enam mayat yang kita evakuasi, sehingga full fifteen jiwa (meninggal dunia) yang kita temukan. xx orang lagi terindikasikan tertimbun," kata Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf K Hasan didampingi Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Haris due south di lokasi longsor, Selasa (1/1/2019).

[Gambas:Video 20detik]


Proses pencarian oleh petugas gabungan itu dihentikan sekitar pukul 15.00 WIB lantaran cuaca yang tidak memungkinkan dan dinilai membahayakan relawan dan tim evakuasi. Pencarian korban dilanjutkan petugas pada Rabu (2/1/2019).

"Kita sama-sama berharap seluruh korban bisa segera ditemukan," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.

Berdasarkan information yang diterima detikcom, dari fifteen jasad itu yang telah teridentifikasi sebanyak xi orang. Berikut identitasnya:

1. Hendra (Lelaki)
2. Sasa (Perempuan)
3. Elan (L)
4. Ukri (L)
5. Riska (P)
6. Rita (P)
7. Yanti (P)
8. Ahudi (L)
9. Suryani (P)
10. Jumhadi (L)
11. Yami (L)



Tonton juga video 'Proses Evakuasi Korban Longsor Kp Adat Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Polisi Sterilkan Akses Ke Expanse Longsor Kampung Adat Sukabumi

Polisi Sterilkan Akses ke Area Longsor Kampung Adat SukabumiLokasi menuju expanse longsor di Kampung Adat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi memerintahkan anggotanya untuk mensterilkan dan menyekat kendaraan bermotor yang akan masuk ke expanse longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuannya guna mencegah kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pencarian dan evakuasi korban longsor di kampung adat tersebut.

"Pengalaman hari ini jumlah kendaraan khususnya roda empat menyesaki expanse evakuasi di sekitar Posko Bantuan, terutama saat ada jenazah ditemukan. Ketika kita bawa jenazah, lokasi malah penuh dengan kendaraan," kata Nasriadi di lokasi bencana longsor, Selasa (1/1/2019).


Dia menjelaskan untuk distribusi dan logistik akan diberlakukan sistem antar jemput menggunakan kendaraan yang dipersiapkan oleh polisi dan Pemkab Sukabumi.

"Kan ada kendaraan double cabin yang bisa antar jemput sampai ke pintu masuk Desa Sirnaresmi. Jadi besok lokasi bisa steril, relawan dan tim SAR juga bisa leluasa saat menjalankan tugas," ujarnya.

"Untuk warga juga besok akan dibatasi, kita akan atur agar tidak ada lagi yang menyesaki lokasi. Karena kebanyakan hanya sekadar menonton saja," Nasriadi menambahkan.

[Gambas:Video 20detik]


Kondisi serupa dikeluhkan Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf thou Hasan. Dia mengungkapkan proses evakuasi terhambat lantaran banyaknya masyarakat di sekitar lokasi.

"Evakuasi terhambat oleh orang yang tidak berkepentingan. Kita berharap warga untuk tidak mendekat ke lokasi karena itu sangat mengganggu," kata Hasan kepada awak media di Posko Bantuan, SD Cimapag.

"Tadi saya lihat masih ada masyarakat yang hanya sekadar berdiri, tapi tidak memberikan bantuan apa-apa. Sehingga lebih banyak yang menonton daripada yang menggali," ucap Hasan menegaskan.



Sumber detik.com

Polda Jabar Kirim Tim Dvi Identifikasi Korban Longsor Sukabumi

Polda Jabar Kirim Tim DVI Identifikasi Korban Longsor SukabumiProses evakuasi korban longsor di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Bandung -Polda Jabar mengirimkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu penanganan korban bencana longsor di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Tim akan melakukan identifikasi dan membantu pencarian para korban.

"Tim DVI Biddokes Polda Jabar mengirimkan lima personel yang akan melaksanakan identifikasi korban dan pengaduan orang hilang," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (1/1/2018).


Menurutnya tim akan bergabung dengan tim penanggulangan bencana lainnya untuk melakukan berbagai langkah penanganan. Tim itu juga dilengkapi dengan berbagai peralatan penunjang untuk tugas di lapangan.

"Tim DVI Biddokes Polda Jabar yang diturunkan dilengkapi dengan kendaraan ranger DVI, pakaian rompi Dokpol beserta kelengkapan perorangan, kekuatan kit DVI ii buah, 43 kantong jenazah dan peralatan DVI pendukung lainnya," ujarnya.


Dihubungi terpisah, BPBD Jabar juga telah mengirimkan tim ke lokasi bencana. Selain bantuan logistik berupa air mineral, mie instan, kantong mayat dan bantuan lainnya telah disalurkan.

"Kita kirim tim dan bantuan logistik," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jabar Eko Damayanto.

Pihaknya mengungkapkan telah mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan warga. Saat ini petugas masih melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.

"Tim satu ada sembilan orang, rencana tim dua ada tujuh orang untuk dapur umum dan posko," ujarnya.



Tonton juga ' Longsor Sukabumi Timbun 107 Orang, ix Orang Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Lautan Warga Hambat Tim Saat Pencarian Korban Longsor Sukabumi

Lautan Warga Hambat Tim Saat Pencarian Korban Longsor SukabumiWarga sulitkan tim mencari dan evakuasi korban longsor Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Lautan warga menyesaki expanse pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Mereka datang untuk melihat proses pencarian dan evakuasi di lokasi tersebut.


Pengamatan detikcom sejak pagi hingga sore, warga tetap bertahan di sekitar lokasi. Bahkan terus merangsek mendekati expanse yang seharusnya steril. Petugas sempat memasang garis polisi di jalan setapak menuju longsoran, namun hal itu tidak bisa membendung keinginan warga untuk terus mendekat.

Hal itu dikeluhkan Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf grand Hasan yang menjelaskan proses evakuasi terhambat dengan banyaknya masyarakat di sekitar lokasi.

"Evakuasi terhambat oleh orang yang tidak berkepentingan. Kita berharap warga untuk tidak mendekat ke lokasi karena itu sangat mengganggu," kata Hasan kepada awak media di Posko Bantuan, SD Cimapag, Selasa (1/1/2019).

"Tadi saya lihat masih ada masyarakat yang hanya sekadar berdiri tapi tidak memberikan bantuan apa-apa. Sehingga lebih banyak yang menonton daripada yang menggali," lanjut Hasan.

Lautan Warga Hambat Tim Saat Pencarian Korban Longsor SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah

Rencananya Rabu two Januari 2019 besok akan dilakukan penataan dan penyekatan agar kendaraan atau orang tidak bisa seenaknya masuk ke expanse steril.

"Besok kita atur lagi, penyekatan mulai dari kendaraan dan orang. Sehingga kegiatan atau proses pencarian dan evakuasi tidak terhambat," ujarnya.

Sumber detik.com

Dihentikan Sementara, Korban Tewas Longsor Sukabumi Fifteen Orang

Dihentikan Sementara, Korban Tewas Longsor Sukabumi fifteen OrangPencarian korban longsor Sukabumi dihentikan sementara. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Upaya pencarian korban tertimbun longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dihentikan sementara karena faktor cuaca.

Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, tercatat korban tewas yang ditemukan ada fifteen orang. Tim SAR gabungan juga merevisi jumlah jiwa yang diduga berada di lokasi saat longsor menimbun perkampungan tersebut.

"Sementara ini evakuasi kita hentikan karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan bisa membahayakan relawan dan tim evakuasi sendiri. Sampai dengan tadi, ada vi mayat lagi yang kita evakuasi sehingga full fifteen jiwa yang kita temukan dari full 35 terindikasikan tertimbun," kata Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf one one thousand Hasan didampingi Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Haris S, Selasa (1/1/2019).


Dari jumlah fifteen mayat yang ditemukan, vi diantaranya masih berada di lokasi dan belum diidentifikasi oleh pihak Tim DVI Polri.

"Untuk vi korban yang sudah kita temukan belum diidentifikasi. Kita proses evakuasi dulu dari lokasi baru identifikasi," ucap Hasan.

Dalam kesempatan itu Hasan meluruskan informasi terkait jumlah jiwa yang tinggal di kampung dan terdampak bencana.

"Kita meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait jumlah jiwa. Ada 101 jiwa di tempat tersebut. Sehingga ada 32 KK, 101 jiwa, korban selamat 63, luka-luka three dan meninggal dunia fifteen orang. Sisanya terindikasi masih tertimbun," katanya.


Sementara itu Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Made Oka meminta kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melaporkan ke Tim SAR Gabungan.

"Kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya silakan melaporkan ke kami, tidak hanya masyarakat di tempat ini tapi kepada yang berkunjung ke sini. Silakan melaporkan kepada kami, nanti dicatat dan update terkait information korban," ucap Oka.

Berikut ix nama dari fifteen korban tewas yang telah teridentifikasi:

Senin (31/12/2018)
1. Hendra (38)
2. Sasa (4)

Selasa (1/1/2019)
1. Bayi Elan (3 bulan)
2. Ukri (50)
3. Riska (27)
4. Rita (15)
5. Yanti (38)
6. Ahudi (60)
7. Suryani (35)



Sumber detik.com

Pegiat Lingkungan Kecam Pernyataan Ridwan Kamil Soal Citarum

Pegiat Lingkungan Kecam Pernyataan Ridwan Kamil Soal CitarumKetua Dewan Pembina Citarum Institute Dini Dewi Heniarti. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)

Bandung -Ketua Dewan Pembina Citarum Institute Dini Dewi Heniarti menyayangkan pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menilai programme Citarum Harum berjalan belum sesuai harapan. Menurutnya itu tidak bijak.

Kritikan pedas itu dilontarkan Dini menanggapi pernyataan orang nomor satu Jawa Barat yang dimuat dalam artikel salah satu media lokal berjudul 'Citarum Harum Belum Kompak' pada thirty Desember 2018 lalu.

"Kegagalan Program Citarum Harum, bukan karena persoalan uang. Sebab anggaran itu cukup besar. Masalahnya adalah soal kepemimpinan, sehingga mereka yang menjalankan itu tidak kompak," ucap Emil sapaan Ridwan Kamil dalam artikel tersebut.


Menurut Dini, pernyataan tersebut tidak selayaknya dilontarkan Emil. Apalagi saat ini dia melihat banyak pihak yang begitu serius membantu menangani masalah yang ada di Sungai Citarum.

"Pernyataan RK (Ridwan Kamil) selaku gubernur, orang nomor satu di Jawa Barat, sangat tidak bijak dan sangat disayangkan. Karena pernyataan itu sangat mengusik perasaan pegiat lingkungan yang terdiri dari berbagi elemen," ucap Dini dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (1/1/2018).

Dini mempertanyakan parameter atau tolak ukur yang digunakan oleh Emil dalam menilai programme Citarum Harum gagal. Terlebih, programme tersebut dimulai pada Maret 2018 atau kurang lebih baru berusia sekitar sembilan bulan.

"Kata kegagalan dalam konteks sekarang, di mana banyak masyarakat yang berdharma bakti untuk memberi kontribusi kepada permasalahan Citarum. Indikator apa yang digunakan, sehingga rasanya terlalu prematur untuk menghakimi programme Citarum gagal," katanya.


Selain itu, masalah kepemimpinan yang disoroti Emil juga menjadi pertanyaan besar. Bila merujuk pada Perpres, pimpinan yang paling tinggi dalam programme tersebut adalah presiden diikuti oleh beberapa kementerian di bawahnya.

"Siapa yang disebut mereka yang tidak kompak. Jika mengacu pada Perpres, pimpinan paling tinggi adalah presiden diikuti dengan beberapa kementerian di bawahnya, lalu Komandan Satuan Tugas, Wadansatgas. Ini akan menjadi lingkaran setan, karena akan saling menuduh siapa yang paling banya dosa atas 'Kegagalan Program Citarum' ini," ucapnya.


Dia menambahkan, Emil tidak berhak menilai programme Citarum Harum gagal atau berhasil. Karena jika melihat aturan yang ada, Presiden Joko Widodo yang berhak menyatakan kegagalan atas programme tersebut.

"Sesuai Perpres No xv tahun 2018, evaluasi hasil pelaksanan tugas Satgas dilakukan oleh pengarah yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman paling satu kali dalam tiga bulan. Tim DAS Citarum melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepada Presiden paling sedikit satu kali dalam enam bulan dan sewaktu-waktu diperlukan. Oleh karena itu Presiden-lah yang berhak menyatakan kegagalan atas programme Citarum Harum," katanya.

Dini melihat ada kemajuan yang baik dari programme Citarum Harum. Di antaranya masyarakat mulai tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga lingkungan, proses penertiban pabrik-pabrik nakal dan perbaikan lainnya.

"Oleh karena itu, sebaik-baik pemimpin adalah yang menggunakan diksi membawa optimisme, inspirasi, harapan, kegembiraan bagi rakyat yang dipimpinnya," ujar Dini yang juga menjabat sebagai Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Sumber detik.com

Terungkap! Siapa Orang Yang Copot Plang Nama Bupati Ciamis

Terungkap! Siapa Orang yang Copot Plang Nama Bupati CiamisPlang nama Bupati Ciamis telah terpasang kembali, (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Ciamis -Teka-teki siapa yang mencopot plang nama di ruang kerja Bupati Ciamis terungkap. Ternyata, yang mencopot adalah salah seorang cleaning service dari Bagian Umum Setda Pemkab Ciamis.

Sebelumnya, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin curhat terkait pencopotan tersebut. Ia merasa tidak dihargai sebagai kepala daerah di Ciamis. Curhat Bupati Iing ini sempat jadi pembicaraan warga termasuk di media sosial.


Salah seorang cleaning service, Gito, menjelaskan pencopotan plang nama tersebut dilakukan sekitar Februari bukan Juli 2018. Pencopotan dilakukan saat Bupati Iing cuti Pilkada dan digantikan Pjs Bupati Ciamis Deddy Mulyadi.

Saat itu, Kabag Umum Setda Kabupaten Ciamis Rudi memerintahkan para cleaning service mempersiapkan ruang kerja bupati yang akan diisi oleh Pjs Bupati Deddy. Persiapan meliputi membersihkan ruangan, mengganti lampu, jam dinding, memasang pengharum, termasuk mencopot plang tersebut.

"Saya dan teman-teman sebanyak five orang cleaning service diperintahkan oleh pimpinan saya Bagian Umum untuk membersihkan ruang kerja bupati karena akan diisi oleh Pjs. Saat itu Pak Kabag ada, langsung mengawasi kami bersih-bersih," ujar Gito saat ditemui di Setda Ciamis, Selasa (1/1/2019).

Gito menegaskan pencopotan plang nama Bupati Iing tersebut atas perintah pimpinan, tidak berdasar inisiatif sendiri. Namun setelah Bupati Iing selesai cuti Pilkada, plang tidak kembali dipasang.


Menurutnya ia hanya bekerja sesuai perintah atasannya. Ia mengaku tidak ada instruksi lanjutan dari atasannya untuk memasang kembali plang tersebut.

"Tidak ada maksud apa-apa, saya hanya diperintah. Hanya setelah Pjs tidak ada, kembali masuk Pak Bupati. Tidak ada yang mengingatkan lagi, tidak ada perintah, jadi dibiarkan kosong," katanya.

Sepengetahuan Gito, Bupati Iing lebih banyak berkantor di Pendopo dibanding di ruang kerjanya. Sehingga saat dibersihkan beberapa perlengkapan harus diganti dan ditambah seperti lampu yang mati viii buah, termasuk pengharum ruangan yang habis.

"Sekarang plang nama Pak Bupati (Iing) sudah dipasang lagi," ujar Gito.

Sumber detik.com

Cerita Keluarga Salah Klaim Jasad Korban Longsor Sukabumi

Cerita Keluarga Salah Klaim Jasad Korban Longsor SukabumiProses evakuasi salah satu korban longsor di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Jasad seorang pria berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan dari Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019) pagi.


Pria itu disebut-sebut bernama Sukiyat (57). Warga yang datang ke Posko Bantuan di SD Cimapag juga membenarkan jasad yang ditemukan adalah keluarga mereka. Belakangan jasad itu ternyata bukan Sukiyat namun Ukri warga yang juga menjadi korban longsor. Bagaimana ceritanya?

Keluarga Sukiyat mengetahui hal itu ketika akan memandikan jasadnya. Saat diperiksa ada bekas luka seperti operasi di perutnya.

"Keluarga kaget, ketika akan memandikan jenazah ternyata itu bukan Pak Sukiyat itu Pak Ukri. Diketahui setelah dipastikan ada bekas operasi di perutnya," kata kerabat Ukri, Hendar kepada detikcom.


Menurut Hendar, Ukri pernah dioperasi usus buntu di perutnya. Tanda itu menjadi ciri pada jasad korban. Semasa hidup memang antara Sukiyat dan Ukri memiliki kemiripan wajah.

"Mereka memang mirip semasa hidup, Pak Sukiyat sampai saat ini belum ditemukan. Dia warga Cicemet (Banten), saat ini keluarga Pak Ukri sudah melakukan prosesi pemakaman jenazah," ucap Hendar.

Menanggapi hal itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman menanggapi singkat. "Ia atas nama Sukiyat sudah direvisi menjadi Ukri. Sukiyat belum ditemukan," katanya.

Hingga saat ini jumlah korban tercatat sebanyak viii orang yakni Sasa (2), Hendra (35), Ukri (48), Riska (18), Rita (14), Yanti (35), Ahudi (67) dan Elan (3 bulan).



Tonton juga video 'Waspada! Longsor Susulan Terjadi di Kampung Adat Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]




Sumber detik.com

Mengembik Di Timbunan Longsor, Kambing Ini Diselamatkan Warga

Mengembik di Timbunan Longsor, Kambing Ini Diselamatkan WargaMomen saat warga menemukan seekor kambing hidup tertimbun longsor di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Sukabumi -Seekor kambing ditemukan masih hidup meski tertimbun tanah longsor di Sukabumi. Bencana longsor menerjang permukiman warga kampung adat di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kambing itu diselamatkan warga setelah sempat mengembik dan terdengar warga yang berada di sekitar expanse longsor. Kondisi kambing berbulu putih itu terlihat lemas saat dikeluarkan warga dari timbunan tanah.


Bulu kambing bercampur dengan lumpur. "Suaranya mengembik beberapa kali, warga sempat cari-cari. Ketika digali ternyata berasal dari kandang kambing yang memang tertimbun," kata Sofyan, warga setempat, kepada detikcom, Selasa (1/1/2019).

Mengembik di Timbunan Longsor, Kambing Ini Diselamatkan WargaKondisi kambing berbulu putih ini lemas setelah tertimbun longsor. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kambing itu menjadi tontonan sejumlah relawan dan warga di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya memotret kambing 'ajaib' tersebut.

"Enggak tahu mau diapain, kondisi pemilik kambing itu juga belum diketahui nasib pemiliknya," ujar Sofyan.




Tonton juga video 'Waspada! Longsor Susulan Terjadi di Kampung Adat Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com