Showing posts with label News-jawa-timur. Show all posts
Showing posts with label News-jawa-timur. Show all posts

Kasus Aborsi Di Bojonegoro, Seorang Pria Diamankan

Kasus Aborsi di Bojonegoro, Seorang Pria DiamankanFoto: Ainur Rofiq

Bojonegoro -Polisi mengamankan seorang pria terkait dugaan kasus aborsi di Bojonegoro. Kasus itu memaksa kuburan si bayi dibongkar demi penyelidikan.

Pelaku adalah ZA (26), warga Bojonegoro. ZA kini sudah ditetapkan menjadi tersangka pencabulan karena telah membuat korban yang masih berusia xvi tahun hamil hingga melahirkan

"Kami tetapkan sebagai tersangka pencabulan," ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli kepada wartawan, Rabu (2/1/2019).


Penyidik polres Bojonegoro, kata Ary, hingga kini terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan aborsi yang dilakukan korban.

"Masih kami dalami terus, kalau lihat saat diotopsi kondisi mayat bayi masih kecil dan usianya diperkirakan baru five bulan saat diaborsi", kata Ary.

"Korban saat dimintai keterangan mengaku saat itu mules perutnya terus bayinya keluar " lanjut Ary.


Sementara itu, kondisi kampung korban di kecamatan Bojonegoro Kota setelah polisi melakukan pembongkaran mayat bayi relatif aman dan kondusif.

Korban selama ini hanya tinggal bersama ibu dan saudaranya yang berjumlah five orang di rumahnya sendiri. Polisi juga belum mengetahui bagaimana pencabulan itu terjadi.

"Untuk saat ini kondisinya kampung kondusif dan aman. Proses pemakaman bayi pada hari senin lalu dan kamisnya dilakukan otopsi di kuburan desa. Iya kembar dua bayinya," jelas Lurah Daniar.

Sumber detik.com

Kagumi Drone Bikinan Pelajar Smk, Sandiaga: Ini Baru Milenial

Kagumi Drone Bikinan Pelajar SMK, Sandiaga: Ini Baru MilenialFoto: Suparno

Sidoarjo -Berpindah ke Sidoarjo, cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno diajak melihat-lihat hasil UMKM yang dipamerkan di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu yang menarik perhatian Sandi adalah drone bikinan pelajar SMK bernama Fatchiano AM (19) dan rekan-rekannya.

Ketika ditanya kegunaannya, remaja yang akrab disapa Vino itu menjelaskan bahwa drone ini merupakan salah satu teknologi mutakhir dalam bidang pertanian.

"Drone ini sangat membantu untuk para petani, karena dalam waktu singkat mampu memupuk atau membasmi hama dalam waktu singkat," terang Vino dalam acara Dialog Cawapres dengan UMKM, Generasi Milenial dan pertemuan kelompok desa se-Sidoarjo, Rabu (2/1/2019).


Menurut Vino, dengan drone ini, proses penyemprotan pestisida dan pupuk di lahan pertanian seluas satu hektar dapat dilakukan hanya dalam waktu fifteen menit saja.

Usai mendengarkan penjelasan Vino, Sandiaga pun mengaku terkesan dengan hasil karya SMK PGRI two Ponorogo tersebut.

Kagumi Drone Bikinan Pelajar SMK, Sandiaga: Ini Baru MilenialFoto: Suparno

"Saya kagum dengan Vino beserta rekannya yang punya kepedulian begitu besar untuk menciptakan alat yang membantu petani dengan digital framing dalam meningkatkan produksinya. Ini baru milenial," kata Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI DKI Jakarta itu juga kagum melihat banyaknya inovasi UMKM yang dipamerkan dalam acara tersebut, baik dalam kemasan, produksi maupun desain produknya, apalagi jika inovasi itu digagas kaum milenial.


Bagi Sandiaga, kaum milenial memang harus jeli mencari peluang hingga mewujudkan usaha yang tak hanya menguntungkan tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

"Milenial itu harus menciptakan lapangan kerja, jangan mencari kerja. Republic of Indonesia akan mendapatkan keuntungan demografi di 2020. Jika deregulasi ekonomi masih berbasis impor dan tidak membatasinya dengan menggenjot produksi nasional, kita akan jadi penonton bukan pemain," jelasnya.

"Para milenial harus terus pikirkan cara-cara baru, temukan terobosan-terobosan, sebagaimana yang dilakukan Vino. Seharusnya ada pengembangan berikutnya, sehingga apa yang dihasilkan Vino bisa diterapkan. Pemerintah memang harus hadir di sini," lanjutnya.

Sumber detik.com

Tingkat Inflasi Kota Kediri Tahun 2018 Disebut Terendah Se-Jawa Bali

Tingkat Inflasi Kota Kediri Tahun 2018 Disebut Terendah se-Jawa BaliFoto: Andhika Dwi

Kediri -Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri berhasil menekan tingkat inflasi pada tahun 2018 hingga sebanyak 1,97 persen. Yang membanggakan, tingkat inflasi di Kota Kediri pada tahun 2018 disebut paling rendah se-Jawa Bali.

Hal ini didasarkan pada rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T Brahmana di Ruang Kilisuci, Balaikota Kediri, Rabu (2/1/2019) sore.

Ellyn kemudian menerangkan bahwa meski inflasi Kota Kediri pada bulan Nov 2018 tertinggi di Jawa Timur dengan nilai mencapai 0,4 persen, namun dengan sinergi dan kerjasama yang baik di antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, maka pada bulan Desember 2018 inflasi berhasil ditekan menjadi yang terendah se-Jatim, yaitu di angka 0,29 persen.

"Kendati sempat tertinggi dengan nilai 0,4 persen pada Nov 2018, pada Desember 2018 inflasi berhasil ditekan dan terendah se-Jatim 0,29 persen," jelas Ellyn.


Senada dengan Ellyn, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar merasa ini adalah keberhasilan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri.

"Inflasi ini bisa tetap terjaga karena kita sudah lakukan yang terbaik. Terima kasih untuk seluruh anggota TPID Kota Kediri. Terima kasih juga untuk para pedagang dan distributor di Kota Kediri. Mereka mau diarahkan, diajak kerjasama juga mau. Terakhir juga kita kerjasama dengan koperasi telur di Blitar," ujar Abdullah.

Wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini juga menjelaskan bahwa menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu konsep Pemerintah Kota Kediri untuk mensejahterakan masyarakatnya.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi kita ada di angka v persen, inflasinya ii persen, jadi kita masih untung iii persen," ungkapnya.


Menurut Mas Abu, dengan selisih ini, maka itu berarti daya beli masyarakat bagus dan mereka bisa menabung. Sebaliknya bila pertumbuhan ekonomi berada di angka yang sama dengan tingkat inflasi, itu berarti uang masyarakat habis untuk membeli keperluannya.

"Agar masyarakat tetap sejahtera, kita akan jaga benar-benar pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Kota Kediri," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mas Abu juga menjelaskan bukti nyata pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri dengan ramainya jalanan kota.

Di Kota Kediri UMKM juga bergerak cepat, tren PDRB industri nontembakau juga bagus sehingga masa depan Kota Kediri disebut akan cerah.

Sumber detik.com

Dibesuk Sandiaga, Kades Pendukung: Pak Sandi Jangan Kendor

Dibesuk Sandiaga, Kades Pendukung: Pak Sandi Jangan KendorFoto: Enggran Eko Budianto/File

Mojokerto -Cawapres Sandiaga Uno mengaku mendapatkan dukungan semangat dari Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo, Suhartono yang dia besuk di Lapas Klas IIB Mojokerto. Sandiaga diminta untuk tidak kendor saat kampanye untuk kemenangan di Pilpres 2019.

Sandiaga mengatakan, selama sekitar 25 menit bertatap muka dengan Suhartono di dalam Lapas, dirinya memberikan semangat kepada Kades Sampangagung tersebut. Dia meminta Kades yang akrab disapa Nono itu agar bertabah dan banyak berdoa selama menjalani masa hukuman di Lapas Mojokerto.

"Tabah Pak Lurah, banyak doa. Pak Lurah bilang susah tidur, susah makan. Ya bagaimana namanya satu kamar berenam," kata Sandiaga di Lapas Mojokerto, Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, Rabu (2/1/2019).

Sandiaga mengaku juga memberikan semangat kepada Kades Nono. Pada kesempatan pertemuan itu, dia justru mendapatkan dukungan semangat balik dari Kades yang setia mendukungnya itu.

"Pak Lurah saya beri semangat, tapi justru Pak Lurah yang beri semangat ke saya. Pak Sandi ayo jangan kendor. Saya bilang, baik Pak terimakasih. Saya baru saja pulang dari Madura, hari ini akan melanjutkan ke Jawa Barat. Saya sudah menghitung 104 hari lagi menuju 17 April," terangnya.


Suhartono ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto sejak nineteen Desember 2018. Kades yang biasa disapa Nono ini divonis two bulan penjara dan denda Rp half dozen juta subsider i bulan kurungan.

Dalam persidangan selama seven hari, terungkap fakta Kades Nono terlibat aktif menyiapkan acara penyambuatan Sandiaga dan aktif di acara penyambutan tersebut.

Acara penyambutan Sandiaga ini diawali dengan rapat di rumah Suhartono, Jumat (19/10) yang melibatkan terdakwa, istrinya, Ketua Karang Taruna Desa Sampangagung Sunardi dan sejumlah warga lainnya. Usai pertemuan, esok harinya Sunardi memesan spanduk dan banner bertuliskan ucapan selamat datang dan dukungan untuk Sandiaga. Saksi juga memesan musik patrol untuk meramaikan acara penyambutan.

Suhartono lantas mendikte istrinya untuk mengirim pesan di grup whatsapp PKK Desa Sampangagung. Pesan tersebut berisi ajakan untuk hadir di acara penyambutan Sandiaga sekaligus janji akan memberi uang saku Rp twenty ribu bagi setiap ibu-ibu yang hadir.


Puncaknya pada Minggu (21/12) sekitar pukul 16.00 WIB, sekitar 200 massa yang digalang Suhartono, menghadang rombongan Sandiaga di Jalan Raya Pacet, Desa Sampangagung. Saat itu Cawapres nomor urut two tersebut akan berkampanye di wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto.

Suhartono juga aktif di acara penyambutan Sandiaga. Dia memakai kemeja putih bertuliskan Sapa Prabowo. Dia lantas mendekati Sandiaga untuk berfoto. Terdakwa berfoto sembari mengacungkan dua jari.

Suhartono mengaku menghabiskan Rp twenty juta untuk menggelar acara penyambutan Sandiaga. Uang itu salah satunya dibagikan ke ibu-ibu yang datang dengan nilai Rp twenty ribu, Rp fifty ribu hingga Rp 100 ribu per orang.

Sumber detik.com

1,5 Bulan, Polisi Di Lumajang Tembak Kaki 9 Pelaku Kejahatan

1,5 Bulan, Polisi di Lumajang Tembak Kaki nine Pelaku KejahatanFoto: Nur Hadi Wicaksono

Lumajang -Selama kurun waktu 1,5 bulan, Polres Lumajang menembak kaki nine pelaku kejahatan di wilayahnya. nine Pelaku itu terkait kasus iv curanmor, iii begal dan two pelaku pemerkosaan anak di bawah umur.

"Saya memang memerintahkan anggota yang ada di lapangan agar dengan tegas menembak para pelaku pengacau di wilayah Lumajang. Apalagi kalau mereka sudah membahayakan masyarakat umum maupun petugas, silahkan dengan tegas melumpuhkan dengan senjata api yang anggota bawa," kata Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban kepada wartawan di kantornya, Rabu (2/1/2019).


Dia mengaku para pelaku kriminal ini harus diberi pelajaran agar memberi efek yang besar kepada pelaku lain yang akan melancarkan aksinya.

"Mereka akan berfikir dua kali, karena merasa Polri saat ini sangat beringas dalam hal memberantas kejahatan," tegasnya.


Ke-9 pelaku yang ditembak yakni:

1. Andri Kurniawan (30) pelaku curanmor ditembak kaki kanan
2. Muhammad sholeh (31) pelaku curanmor ditembak kaki kiri
3. Adi Putra (35) pelaku curanmor ditembak kaki kanan
4. Abdul Wahid (24) pelaku curanmor ditembak kaki kanan
5. Andre (28) pelaku begal ditembak kaki kanan
6. Adi Mirzani (31) pelaku begal ditembak kaki kanan di 54 TKP
7. Muhammad Nurullah (23) pelaku pemerkosaan ditembak kaki kanan
8. Satrum (29) pelaku begal ditembak kaki kiri
9. Muhamamd Rozi (20) pelaku pemerkosaan ditembak kaki kiri

Sumber detik.com

Detik-Detik Pelajar Di Sidoarjo Kubur Bayinya Hidup-Hidup

Detik-detik Pelajar di Sidoarjo Kubur Bayinya Hidup-hidupLubang tempat si bayi dikubur hidup-hidup (Foto: Suparno/File)

Sidoarjo -Seorang pelajar dengan tega mengubur bayinya hidup-hidup. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya yang juga masih berstatus pelajar.

Pelajar tersebut adalah RM (18), warga Sedati, Sidoarjo yang masih tercatat sebagai pelajar di salah satu SMA swasta di Sidoarjo. Bagaimana kronologo kejadian tersebut.

"Pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 08.00 WIB, korban ML (15), warga Pepe Sedati telah melahirkan seorang bayi perempuan," ujar Kapolsekta Sedati AKP I Gusti Made Merta kepada detikcom, Rabu (2/1/2019).

Gusti mengatakan ML melahirkan di tempat tidur rumah temannya yang bernama A. Saat melahirkan, RM juga berada di dalam kamar untuk menunggui kekasihnya. Bayi itu dilahirkan dalam keadaan selamat dan sehat.


Pada pukul 18.00 WIB, RM dan ML kebingungan. Mereka bingung di antara dua pilihan, apakah memNewsu orang tuanya atau membuang bayi tersebut. Akhirnya keputusan kedua yang dipilih.

"Selanjutnya RM ke makam di Dusun Wagir, Desa Kwangsan untuk mengubur bayi tersebut. Dikubur dalam keadaan hidup," kata Gusti.

RM sendiri mengakui bahwa bayi yang dilahirkan kekasihnya dikuburkannya masih dalam keadaan hidup. Bayi itu dibawa dengan di bungkus sarung ke tempat pemakaman umum di Dusun Wagir.

"Saya sendirian mengubur bayi ini, untuk menggali lubang saya pakai cetok," kata RM saat di Polsekta Sedati.


RM mengaku nekat mengubur bayinya sendiri lantaran bingung dan merasa takut. Namun setelah selesai mengubur, ia mempunyai perasaan takut ketahuan orang lain karena lubang kuburan yang pendek. Akhirnya dua hari kemudian ia memutuskan untuk membongkar kembali kuburan tersebut.

RM merencanakan untuk memindahkan kuburan bayinya ke tempat lain yakni di lahan kosong di dekat Krematorium di Desa Tambak Cemandi Sedati.

"Saat akan saya kubur, ternya ada beberapa polisi menangkap saya," tandas RM.

Sumber detik.com

Kades Terpidana Pemilu Dibesuk Sandiaga, Istri: Saya Ikut Semangat

Kades Terpidana Pemilu Dibesuk Sandiaga, Istri: Saya Ikut SemangatSandi dan istri kades Mojokerto yang dipenjara/Foto: Enggran Eko Budianto

Mojokerto -Istri Kades Sampangagung, Kutorejo Yuli Irawati (33) mengaku senang lantaran suaminya yang kini mendekam di Lapas Klas IIB Mojokerto dibesuk Cawapres Sandiaga Uno. Dukungan semangat dari Sandiaga untuk suaminya kini juga menular kepada dirinya.

Ibu dua anak ini mengatakan, suaminya dalam kondisi sehat. Yuli mengaku setiap hari membesuk Suhartono sejak Kades Sampangagung itu ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto, Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto pada xix Desember 2018.

Setiap membesuk, dia tak lupa membawa makan kesukaan suaminya, yakni olahan dari ayam. "Setiap membesuk anak-anak selalu ikut. Ini tadi anak-anak tidak boleh masuk karena sudah terlalu banyak orang," kata Yuli kepada wartawan di Lapas Mojokerto, Rabu (2/1/2019).

Rutinitas membesuk Yuli kali ini tergolong istimewa. Pasalnya, dia membesuk Suhartono bersama Sandiaga, cawapres yang selama ini didukung oleh suaminya.


"Saya tambah ikut semangat, senang. Pak Lurah diberi semangat kok sama Pak Sandi," ungkapnya.

Yuli menambahkan, suaminya tak banyak berpesan setelah dibesuk Sandiaga. Menurut dia, kades yang akrab disapa Nono itu sebatas menyampaikan terimakasih kepada cawapres nomor urut two tersebut.

"Katanya Pak Lurah (Suhartono) terimakasih atas kunjungannya ke sini," cetus Yuli menirukan ucapan suaminya kepada Sandiaga.

Suhartono ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto sejak xix Desember 2018. Kades yang biasa disapa Nono ini divonis two bulan penjara dan denda Rp vi juta subsider i bulan kurungan.


Dalam persidangan selama seven hari, terungkap fakta Kades Nono terlibat aktif menyiapkan acara penyambuatan Sandiaga dan aktif di acara penyambutan tersebut.

Acara penyambutan Sandiaga ini diawali dengan rapat di rumah Suhartono, Jumat (19/10) yang melibatkan terdakwa, istrinya, Ketua Karang Taruna Desa Sampangagung Sunardi dan sejumlah warga lainnya. Usai pertemuan, esok harinya Sunardi memesan spanduk dan banner bertuliskan ucapan selamat datang dan dukungan untuk Sandiaga. Saksi juga memesan musik patrol untuk meramaikan acara penyambutan.

Suhartono lantas mendikte istrinya untuk mengirim pesan di grup whatsapp PKK Desa Sampangagung. Pesan tersebut berisi ajakan untuk hadir di acara penyambutan Sandiaga sekaligus janji akan memberi uang saku Rp twenty ribu bagi setiap ibu-ibu yang hadir.

Puncaknya pada Minggu (21/12) sekitar pukul 16.00 WIB, sekitar 200 massa yang digalang Suhartono, menghadang rombongan Sandiaga di Jalan Raya Pacet, Desa Sampangagung. Saat itu Cawapres nomor urut two tersebut akan berkampanye di wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto.


Suhartono juga aktif di acara penyambutan Sandiaga. Dia memakai kemeja putih bertuliskan Sapa Prabowo. Dia lantas mendekati Sandiaga untuk berfoto. Terdakwa berfoto sembari mengacungkan dua jari.

Suhartono mengaku menghabiskan Rp twenty juta untuk menggelar acara penyambutan Sandiaga. Uang itu salah satunya dibagikan ke ibu-ibu yang datang dengan nilai Rp twenty ribu, Rp l ribu hingga Rp 100 ribu per orang.


Saksikan juga video 'Kades Pendukung Sandi Divonis two Bulan Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Begal Dan Pencurian Motor Di Pasuruan Masih Marak Sepanjang 2018

Begal dan Pencurian Motor di Pasuruan Masih Marak Sepanjang 2018Foto: Muhajir Arifin

Pasuruan -Kriminalitas di Pasuruan masih marak sepanjang 2018. Kejahatan berat seperti begal atau pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) hingga pencurian motor (curanmor) masih tinggi.

Di wilayah hukum Polres Pasuruan, sepanjang 2018 terjadi 35 kasus curas, 89 kasus curat dan 69 kasus curanmor. Dari sekian kasus, polisi sudah mengungkap 34 kasus curas, 79 kasus curat dan 35 kasus curanmor.

Angka kejahatan ini tak berbeda jauh dengan tahun 2017. Pada 2017, ada sebanyak 38 kasus curas yang terungkap twoscore kasus, sebanyak 89 kasus curat yang terungkap 79 kasus dan 47 kasus curanmor yang terungkap 25 kasus.

Dengan tingginya angka kejahatan ini, aparat kepolisian musti bekerja lebih keras menekan berbagai jenis kejahatan berat seperti pembegalan hingga pencurian kendaraan bermotor agar masyarakat merasa aman.


"Kami akan bekerja lebih keras lagi di 2019. Tim Saber Begal yang sudah ada akan diperkuat, patroli akan ditingkatkan. Tindakan preemtifnya kita akan gencarkan sosialisasi ke masyarakat agar lebih waspada, motor dikunci ganda misalnya, pakai helm, tak berkendara sendirian di lokasi rawan dan lain-lain," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo, Rabu (2/1/2019).

Selain itu, lanjut Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda agar menambah sejumlah fasilitas untuk menekan kriminalitas.

"Pemasangan CCTV perlu ditambah agar situasi kabtibmas mudah dipantau. Penerangan jalan di tempat-tempat sepi juga harus ditambah," tandasnya.

Selain kejahatan tiga C di atas, masih banyak kejahatan lain yang menjadi perhatian polisi. Antara lain penganiayaan berat sebanyak xxx kasus, penipuan 47 kasus, pembunuhan iv kasus dan judi sebanyak 68 kasus.


"Total ada 346 kasus dan 283 pengungkapan selama 2018," tandas Kapolres.

Kasus kejahatan di wilayah Polres Pasuruan Kota

Selain di wilayah hukum Polres Pasuruan, kejahatan juga masih marak di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota selama 2018. Curanmor dan penggelapan mendominasi masing-masing 43 kasus dan 47 kasus.

Selebihnya ada penipuan, curat, dan curas. Total ada sebanyak 520 kasus selama 2018 dan 386 kasus sudah diungkap.

Sementara pada 2017, tercatat ada sebanyak 515 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 368 kasus sudah ditangani hingga tuntas.

Sumber detik.com

Sandi Disawer Pendukungnya Di Surabaya Rp 6,1 Juta

Sandi Disawer Pendukungnya di Surabaya Rp 6,1 JutaFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya -Cawapres Sandiaga Uno menghadiri pembukaan posko pemenangan Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Surabaya. Di acara ini, Sandi mendapat mendapat banyak 'saweran'. Sandi mengaku saweran ini merupakan cara berpolitik zaman now.

Saat berkampanye, Sandi mengaku kerap mendapat saweran. Untuk full sawerannya kali ini, Sandi mendapat Rp 6.109.000.

"Di setiap pertemuan saya selalu disawer. Jadi bukan saya nyawer seperti politik zaman old, politik zaman straightaway sekarang adalah kita malah disangoni dan ini jumlahnya Rp half dozen juta 109 ribu, dari Pak Wawan ketua relawan di sini kita dapat juga Rp 98 ribu," kata Sandi usai meresmikan posko Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Rabu (2/1/2019).


Sandi menambahkan dukungan dana dari para relawan selanjutnya dikumpulkan dalam satu rekening. Rekening itu disebutnya dana perjuangan yang dikelola Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

"Semua ini dikumpulkan, dimasukkan ke rekening dana perjuangan di bawah Badan Pemenangan Nasional dan semuanya akan secara transparan dilaporkan, dicatat dan kita akan memiliki transcend 10 list, transcend 10 kontributor terbesar. Ini merupakan harapan mereka semua bahwa ingin berjuang bersama," lanjut Sandi.

Saat ditanya berapa full dana yang ada di rekening tersebut, Sandi mengatakan ada Rp 120 juta untuk dana perjuangan. Sementara dana gala perjuangan bahkan mencapai Rp 3,5 Miliar. Sandi menambahkan full akumulasi dana selama ini mencapai Rp 56 miliar.


"Total untuk dana perjuangan Rp 120 juta. Untuk gala perjuangan Rp 3,5 miliar. Kita juga mendapatkan beberapa yang masih dalam komitmen, ini terus mengalir di setiap pertemuan kita. Jadi kami akan melaporkan setiap bulan, baru saja kami melaporkan minggu lalu dimana alhamdulillah sudah terkumpul full lebih dari Rp 56 miliar," imbuhnya.



Saksikan juga video 'Sandi Mengaku Kerap Mendapatkan Sumbangan dari Masyarakat':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Xpander Tabrak Empat Motor, Tewaskan Seorang Guru Olahraga

Xpander Tabrak Empat Motor, Tewaskan Seorang Guru OlahragaLokasi kejadian (Foto: Suparno)

Sidoarjo -Sebuah mobil Mitsubishi Xpander menabrak empat motor di Jalan Raya Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Kejadian itu membuat satu orang tewas dan empat orang lainnya terluka.

Kecelakaan itu bermula saat Xpander nopol west 1406 VC yang dikemudikan Ustman Ihsan (66), warga Seruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo melaju dari arah timur Sidoarjo ke arah barat Krian.

Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan yang dikemudikan Ustman tiba-tiba melaju ke lajur yang berlawanan sehingga menabrak empat motor yakni Honda Vario nopol west 5202 ZZ yang dikendarai Ferry Febrianto (23), warga Ketimang, Kecamatan Wonoayu. Kemudian Honda Mega Pro nopol west 3709 BO yang dikemudikan Achmad Miftakhul Ilmi (24), warga Wringinanom, Gresik.


Serta dua kendaraan lainnya yakni Honda Revo nopol west 2890 NP yang dikemudikan Mustakim (49) warga Tawangsari dan Honda CB nopol south 2569 HM yang dikemudikan Dian Ahmad (29) yang membonceng Wahyudi (29), warga Dadapan, Mojolebak, Jetis, Mojokerto.

"Ada satu korban yang meninggal dunia di lokasi dan dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika Balonbendo, sedangkan four pengendara lain mengalami luka-luka baik ringan maupun berat," kata Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo Iptu Sugeng Sulistiyono kepada wartawan dilokasi kejadian, Rabu (2/1/2019).

Polisi segera menggelar olah TKP. Kendaraan yang terlibat diamankan di Mapolsek Wonoayu, begitu juga pengendara Xpander untuk dimintai keterangan.


"Belum diketahui penyebabnya apa, kami masih melakukan pemeriksaan, korban yang meninggal atas nama Ferry Febrianto, seorang guru olah raga" tambah Sugeng.

Sugeng mengatakan penyebab kecelakaan ini diduga karena tidak kehati-hatian pengemudi Xpander. Saat ini masih dalam penyelidikan penyebab kecelakan tersebut.

"Untuk keluarga korban yang meninggal sudah kami hubungi, saat ini proses pemulangan ke rumahnya," tandas Sugeng.

Sumber detik.com

Datangi Makam Bayi Dikubur Hidup-Hidup, Polisi Temukan Ari-Ari

Datangi Makam Bayi Dikubur Hidup-hidup, Polisi Temukan Ari-ari Polisi pasang police trace business di makam tempat bayi dikubur hidup-hidup (Foto: Suparno)

Sidoarjo - Polisi mendatangi pemakaman umum Dusun Wagir Desa Kwangsan, Sedati Sidoarjo tempat RM mengubur bayinya hidup-hidup. Di pemakaman tersebut, polisi menemukan ari-ari si bayi. Ari-ari tersebut masih tertinggal di makam yang dibuat.

Menurut Kepala Dusun Wagir, Desa Kwangsang Ayub Abdullah mengatakan mengetahui kejadian penguburan bayi secara hidup-hidup ini dari masyarakat. Kemudian dia mendatangi lokasi penguburan bersama anggota Polsekta Sedati.

"Setelah kami cek, di lokasi penguburan awal di TPU Dusun Wagir ini masih terdapat ari-ari bayi," kata Ayub kepada detikcom di TPU Dusun Wagir Sedati, Rabu (2/1/2018).


Ayub mengatakan kondisi lubang yang digunakan untuk mengubur bayi ternyata terlalu dangkal. Dlaamnya hanya sekitar 25-30 cm. Itu yang membuat RM membongkar kembali kuburan itu dengan alasan takut kuburan bayinya ketahuan.

"Lokasi tempat penguburan bayi ini sangat dangkal, dikawatirkan ari-ari akan hilang. Karena juga bau busuk dikhawatirkan akan dimakan hewan," tambah Ayub.


Ayub menjelaskan pihaknya sudah berkordinasi dengan polisi. Dan saat ini lokasi penguburan juga telah diberi garis polisi. Agar tidak semua orang bisa membongkar lubang tersebut.

"Ari-ari ini akan segera diambil untuk dibawa ke rumah sakit," tandas Ayub.

RM tega mengubur bayi yang merupakan anaknya sendiri dalam keadaan hidup-hidup. Bayi tersebut dikubur di pemakaman umum Dusun Wagir Desa Kwangsan, Sedati Sidoarjo pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dua hari kemudian pada Selasa (1/1/2018) sekitar pukul 18.00, pelajar tersebut kembali membongkar kuburan bayinya tersebut. Namun saat dibawa ke sebuah lahan kosong di sekitar krematorium
di Desa Tambak Cemandi Sedati.

Sumber detik.com

Sandiaga Besuk Kades Pendukungnya Di Lapas Mojokerto

Sandiaga Besuk Kades Pendukungnya di Lapas Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Mojokerto - Selain berkampanye, cawapres nomor urut two Sandiaga Uno juga membesuk Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Suhartono yang ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto akibat terjerat pidana Pemilu.

Rombongan Sandiaga tiba di Lapas yang terletak di Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu pada pukul 14.47 WIB. Mengenakan kaus polo warna biru bertuliskan 02 di pundak kiri, Sandiaga langsung masuk ke dalam lapas untuk membesuk Suhartono.

Saat menjenguk kades yang akrab disapa Nono itu, Sandiaga ditemani 10 orang, di antaranya istri Suhartono, Jurkam Nasional Prabowo-Sandi Irfan Yusuf, iv orang tim Sahabat Prabowo-Sandi, serta sejumlah anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandi.


Kedatangan Sandiaga di lapas juga disambut puluhan emak-emak. Selain itu, sekitar 200 relawan Sahabat Prabowo-Sandi, relawan Kopassandi, serta Realistis PAS TBI juga ikut menyambut kedatangan mantan Wakil Gubernur DKI Djakarta itu.

Tak ada ucapan yang terlontar dari mulut Sandiaga saat akan membesuk kades yang terbukti bersalah karena mendukungnya tersebut.

DiNewskan sebelumnya, Suhartono ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto sejak nineteen Desember 2018. Ia divonis two bulan penjara dan denda Rp vi juta subsider i bulan kurungan.

Dalam persidangan selama seven hari, terungkap fakta Kades Nono terlibat aktif menyiapkan acara penyambutan Sandiaga dan aktif di acara penyambutan tersebut.

Acara penyambutan Sandiaga ini diawali dengan rapat di rumah Suhartono pada hari Jumat (19/10) yang melibatkan terdakwa, istrinya, Ketua Karang Taruna Desa Sampangagung Sunardi dan sejumlah warga lainnya.

Usai pertemuan, esok harinya Sunardi memesan spanduk dan banner bertuliskan ucapan selamat datang dan dukungan untuk Sandiaga. Saksi juga memesan musik patrol untuk meramaikan acara penyambutan.

Suhartono lantas mendikte istrinya untuk mengirim pesan di grup WhatsApp PKK Desa Sampangagung. Pesan tersebut berisi ajakan untuk hadir di acara penyambutan Sandiaga sekaligus janji akan memberi uang saku Rp xx ribu bagi setiap ibu-ibu yang hadir.


Puncaknya pada Minggu (21/12) sekitar pukul 16.00 WIB, sekitar 200 massa yang digalang Suhartono, menghadang rombongan Sandiaga di Jalan Raya Pacet, Desa Sampangagung. Saat itu Sandiaga akan berkampanye di wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto.

Suhartono juga aktif di acara penyambutan Sandiaga. Tak hanya memakai kemeja putih bertuliskan Sapa Prabowo, ia juga mendekati Sandiaga untuk berswafoto sembari mengacungkan dua jari.

Ia pun menghabiskan dana Rp xx juta dari kocek pribadinya untuk menggelar acara penyambutan Sandiaga. Uang itu salah satunya dibagikan ke ibu-ibu yang datang dengan nilai Rp xx ribu, Rp l ribu hingga Rp 100 ribu per orang.


Saksikan juga video 'Kades Pendukung Sandi Divonis two Bulan Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Didukung Alumni Universitas Ternama, Sandi Ingin Redam Isu Lewat It

Didukung Alumni Universitas Ternama, Sandi Ingin Redam Isu Lewat ITFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya -Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membuka posko pemenangan Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Kota Surabaya. Di sela peresmian, Sandi mengatakan pendukung yang hadir kebanyakan merupakan alumni universitas ternama.

Dalam sambutannya, Sandi menyebut ada beberapa alumni Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, hingga Universitas Gajah Mada (UGM). Sandi juga sempat mengebut Ketua Kadin Jatim Basa Alim Tualeka yang turut hadir dalam peresmian posko pemenangannya.


"Ya di sini karena kebanyakan adalah alumni-alumni dari beberapa universitas besar di sini. Mereka bisa membantu dari segi information technology mengawal Pemilu," kata Sandi usai meresmikan posko Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Surabaya, Rabu (2/1/2019).

Menurut Sandi, dewasa ini banyak masyarakat yang terganggu dengan maraknya isu negatif seputar pemilu. Untuk itu, Sandi mengatakan dirinya membutuhkan sebuah aplikasi berbasis information technology untuk membantu relawan dari desa.

"Karena sekarang rasa kepercayaan masyarakat ini sedikit terusik terhadap Pemilu yang jujur dan adil. Mereka akan membantu mengawal dengan sistem information technology dengan aplikasi, sehingga nanti para relawan di pedesaan terutama di pedesaan di Jatim itu bisa terpantau dari Rumah Kemaslahatan," lanjutnya.


Tak hanya itu, Sandi juga bersyukur memiliki pendukung dari kaum intelektual. Meski dalam segi ekonomi telah mapan, Sandi menambahkan pendukung dari segi intelektual ini terbukti ingin perubahan Republic of Indonesia lebih baik lagi.

"Sangat bersyukur sangat mengapresiasi ini mereka adalah kaum kaum intelektual yang sebetulnya sudah sangat dalam keadaan ekonominya sangat mapan, tapi mereka ingin Republic of Indonesia berubah karena mereka ingin Republic of Indonesia lebih baik lagi, lebih adil, lebih makmur," tandasnya.

Sumber detik.com

Sebuah Bengkel Di Surabaya Terbakar, Three Mobil Dan I Motor Hangus

Sebuah Bengkel di Surabaya Terbakar, three Mobil dan i Motor HangusFoto: Deny Prastyo Utomo

Surabaya -Sebuah bengkel mobil yang berada di Jalan Dukuh Kupang Barat 46, Dukuh Pakis, Kota Surabaya terbakar. Tiga unit of measurement mobil dan satu unit of measurement motor pun jadi korban.

"Kejadiannya tadi pukul 11.15 WIB. Awalnya saya kira orang bakar-bakar sampah, dari belakang terlihat asap. Kemudian saya lihat televisi lagi," kata salah satu saksi mata, Sri Sumarti kepada detikcom, Rabu (2/1/2019).

Namun Sri melanjutkan, sesaat kemudian ia melihat api keluar dari bengkel. Mengetahui hal itu, Sri segera meminta bantuan tetangga untuk menelpon PMK.

"Tadi setelah melihat api saya langsung meminta tolong tetangga untuk menelepon PMK. Tak lama setelah itu PMK datang memadamkan," paparnya.


Terpisah, Kapolsek Dukuh Pakis AKP Anggi Saputra mengatakan, kebakaran di bengkel Traffic Motor Sport tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka karena bengkel tidak sedang beroperasi.

"Untuk korban jiwa nihil," tandas Anggi.

Namun Anggi menuturkan pihaknya masih belum bisa menafsirkan berapa kerugian textile akibat kejadian ini.

"Untuk kerugian masih belum diketahui," tambahnya.


Untuk memadamkan api di bengkel ini, PMK mengerahkan x unit of measurement mobil damkar addition i unit of measurement bronto skylift. Total waktu yang dihabiskan untuk memadamkan api adalah twoscore menit.

Sedangkan untuk penyebab kebakaran, Bambang mengatakan kebakaran di bengkel tersebut diduga akibat arus pendek.

"Untuk dugaan sementara akibat arus pendek," tutupnya.

Sumber detik.com

Rm Bongkar Kembali Makam Anaknya Yang Dikubur Hidup-Hidup, Mengapa?

RM Bongkar Kembali Makam Anaknya yang Dikubur Hidup-hidup, Mengapa?Lokasi kejadian (Foto: Suparno)

Sidoarjo -RM dengan tega mengubur bayinya dalam keadaan hidup-hidup. Setelah dua hari dikubur, pelajar ini membongkar kembali kuburan bayi itu yang akhirnya membuatnya diamankan polisi.

Apa yang menjadi alasan RM membongkar kembali kuburan anaknya yang merupakan hasil hubungan gelap itu?

"Pelaku merasa ketakutan, Kemudian kuburannya dibongkar kembali," ujar Kapolsekta Sedati AKP I Gusti Made Merta saat ditemui detikcom di Mapolsekta, Rabu (2/1/2018).


RM menguburkan anaknya yang masih hidup di pemakaman umum Dusun Wagir Desa Kwangsan, Sedati Sidoarjo pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun dua hari kemudian pada Selasa (1/1/2018) sekitar pukul 18.00, RM kembali membongkar kuburan bayinya tersebut. Namun saat membongkar kuburan, RM segera diamankan polisi.

Gusti mengatakan RM saat itu membongkar kembali kuburan bayinya dengan tujuan hendak dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Lubang yang dibuat RM untuk menguburkan bayinya juga terlihat dangkal dan kecil.


"Kami mendapat informasi yang bersangkutan akan memakamkan bayi di tempat lain. Mendapat informasi itu, anggota langsung ke lokasi," kata Gusti.

Gusti menambahkan sesampai di lokasi, RM langsung diamankan polisi. Kemudian bayi yang sudah meninggal, jenazahnya di bawa ke RSUD Sidoarjo.

"Saat ini yang bersangkutan masih dalam penyelidikan, untuk pengembangan kasus tersebut," tandas Gusti.

Sumber detik.com

Bapak Dan Two Anak Tewas Di Jurug Gue Mendapat Perhatian Bupati Emil

Bapak dan two Anak Tewas di Jurug Gue Mendapat Perhatian Bupati EmilFoto: Adhar Muttaqin

Tulungagung -Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengaku prihatin peristiwa three orang tewas, bapak dan anak di Jurug Gue, saat berwisata.

Ditemui wartawan usai pertemuan persiapan kunjungan Presiden di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, Bupati Emil mengatakan Jurug Gue di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh yang menjadi lokasi tenggelamnya satu keluarga tersebut bukan objek wisata yang dikelola oleh pemerintah desa maupun daerah. Namun hanya location alami yang menjadi daya tarik masyarakat.

"Kejadian ini adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, tentunya kami sangat prihatin dengan meninggalnya tiga korban. Apalagi yang meninggal dunia adalah tulang punggung keluarga," kata Emil Dardak, Rabu (2/1/2019).


Terkait kejadian tersebut pihaknya telah memerintahkan kepala dinas sosial menindaklanjuti. Guna mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah berupa santunan dan maupun upaya perlindungan sosial terhadap korban selamat.

"Kebetulan keluarga korban adalah penerima programme jaminan sosial dari pemerintah," ujarnya.

Bapak dan two Anak Tewas di Jurug Gue Mendapat Perhatian Bupati EmilFoto: Adhar Muttaqin/File

Emil menjelaskan, pascakejadian di tahun baru tersebut pihaknya segera koordinasi dengan jajaran di bawahnya mengantisipasi kejadian serupa, dengan memasang tanda peringatan.


Satu keluarga yang terdiri dari enam orang tenggelam di Jurug Gue di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek. Kejadian berlangsung saat mereka berswafoto di bebatuan di dekat air terjun.

Saat itulah korban Joko Susapto (34) warga Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, yang menggendong dua anak kembarnya Kalia dan Kalista (2) terpeleset hingga jatuh ke kubangan air terjun. Mengetahui kejadian itu istrinya Dumani (36) langsung menceburkan diri memberikan pertolongan.

Tanpa disadari kedua anaknya yang pertama dan kedua Arinda (12) dan Faiz (10) ikut menceburkan diri dengan tujuan membantu sang ibu. Akibatnya, kedua anak tersebut justru tenggelam dan meninggal dunia, selain itu Joko juga tidak berhasil diselamatkan.


Saat ini kondisi fisik dan kesehatan korban selamat, Dumani dan kedua anak kembarnya berangsur-angsur membaik dan rawat jalan. Sedangkan tiga korban meninggal dunia telah dimakamkan semalam.

Sumber detik.com

Pengubur Bayi Dalam Keadaaan Hidup-Hidup Adalah Pelajar

Pengubur Bayi Dalam Keadaaan Hidup-hidup Adalah PelajarRM dimintai keterangan (Foto: Suparno)

Sidoarjo -Pelaku penguburan bayi dalam keadaan hidup-hidup adalah seorang pelajar. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan sang kekasih yang juga masih pelajar.

Pelaku adalah RM (18), warga Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo. RM masih tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah swasta di Sidoarjo.

"Pelaku masih pelajar di salah satu SMA swasta di Sidoarjo. Kekasihnya juga masih pelajar SMA," ujar Kapolsekta Sedati AKP I Gusti Made Merta saat ditemui detikcom di Mapolsekta, Rabu (2/1/2018).


Gusti mengaku masih intensif menangani kasus ini. RM masih terus dimintai keterangan di mapolsek. Sementara sang kekasih saat ini masih di rumah sakit untuk menjalani pemulihan.

"Saat ini kami masih dalam penyelidikan untuk pengembangan kasus tersebut," tandas Gusti.


RM tega mengubur bayi yang merupakan anaknya sendiri dalam keadaan hidup-hidup. Bayi tersebut dikubur di pemakaman umum Dusun Wagir Desa Kwangsan, Sedati Sidoarjo pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dua hari kemudian pada Selasa (1/1/2018) sekitar pukul 18.00, RM kembali membongkar kuburan bayinya tersebut. Namun saat membongkar kuburan, RM segera diamankan polisi.

Sumber detik.com

Kades Pendukung Sandiaga Tak Kunjung Dicopot Meski Dibui, Ada Apa?

Kades Pendukung Sandiaga Tak Kunjung Dicopot Meski Dibui, Ada Apa?Kades Nono. (Foto: Enggran Eko Budianto/File)

Mojokerto -Hingga saat ini Pemkab Mojokerto belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara terhadap Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo, Suhartono.

Padahal sudah hampir ii pekan lebih perkara yang menjerat kades pendukung Sandiaga Uno itu telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kades yang biasa disapa Nono ini juga telah dijebloskan ke Lapas akibat kasus ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto pun mengakui SK pemberhentian sementara sekaligus penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Kades Sampangagung memang belum ditetapkan.

Namun ia berdalih, pembuatan SK tersebut terganjal belum adanya surat balasan dari Kejaksaan Negeri Mojokerto yang menerangkan condition hukum Suhartono.

"Saya sudah surati Kejaksaan memohon condition hukumnya pada twenty Desember 2018. Balasan dari Kejaksaan saya belum terima. Kita semua sudah tahu kalau dia (Suhartono) ditahan, tapi kami butuh itu sebagai dasar pembuatan SK," kata Ardi saat dihubungi detikcom, Rabu (2/1/2019).


Tak kunjung adanya SK pemberhentian sementara dan penunjukan Plt dari Bupati Mojokerto tersebut berimbas pada kekosongan jabatan Kades Sampangagung. Menurut Ardi, kekosongan itu untuk sementara diisi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) setempat.

"Otomatis digantikan sementara Sekdes. Hanya mengemban tugasnya Kades, surat-menyurat yang tanda tangan Sekdes atas nama Kades Sampangagung," ujarnya.

Alasan yang sama dikemukakan Kabag Hukum Setda Kabupaten Mojokerto Tatang Marhaendrata. Belum adanya surat keterangan condition hukum Suhartono dari Kejaksaan maupun Pengadilan membuatnya tak bisa merumuskan isi SK pemberhentian sementara dan pengangkatan Plt.

"Surat itu penting sebagai klausul menimbangnya dalam SK. Selama ini kami tahu hanya dari media. Kalau sudah ada surat itu, baru kami ajukan SK pemberhentian ke Bupati untuk ditandatangani," terangnya.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto Rudy Hartono mengaku sudah membalas surat dari Pemkab Mojokerto yang menanyakan condition hukum Suhartono. Surat atas nama Sekda Kabupaten Mojokerto itu dibalas sekitar sepekan yang lalu.

"Pemkab Mojokerto atas nama Sekda meminta pendapat hukum dari saya atas condition Nono. Saya terangkan bahwa berdasarkan putusan pengadilan, yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan berkekuatan hukum tetap. Sudah saya balas secara tertulis sekitar seminggu yang lalu," tandasnya.

Tak kunjung dicopotnya jabatan Nono sebagai Kades Sampangagung oleh Pemkab Mojokerto menimbulkan tanda tanya. Kades berpenampilan nyentrik ini telah divonis bersalah oleh majelis hakim PN Mojokerto pada Kamis (13/12) karena terbukti mendukung salah satu paslon cawapres. Nono kemudian dihukum ii bulan penjara dan denda Rp vi juta subsider i bulan kurungan.

Namun saat itu ia mengajukan banding, meski kemudian dicabut lagi pada hari Senin (17/12). Dengan begitu, sudah dua pekan lebih perkara yang menjerat Nono telah mempunyai kekuatan hukum tetap.



Saksikan juga video 'Kades Pendukung Sandi Divonis ii Bulan Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Membaik, Three Korban Selamat Wisatawan Jurug Gue Diperbolehkan Pulang

Membaik, iii Korban Selamat Wisatawan Jurug Gue Diperbolehkan PulangFoto: Adhar Muttaqin/File

Trenggalek -Tiga korban selamat tragedi tenggelamnya satu keluarga saat berwisata di Jurug Gue Trenggalek, mulai membaik. Mereka diperbolehkan pulang ke rumah.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan, ketiga korban selamat, anak kembar Kalia dan Kalista (2) serta ibunya Dumani (36) warga Dusun Sugihan, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, kondisinya tidak mengkhawatirkan.

"Mereka sudah menjalani serangkaian observasi dokter, hasilnya kondisi korban cukup stabil sehingga diperbolehkan untuk rawat jalan. Tadi malam langsung diperbolehkan pulang," kata Sujiono, Rabu (2/1/2019).


Sementara ketiga korban meninggal dunia Joko Susapto (34) serta kedua anaknya Arinda (12) dan Faiz (10) telah dimakamkan keluarga. Seluruh jenazah dimakamkan dalam satu liang lahat.

"Tiga yang meninggal semalam langsung dimakamkan. Untuk yang selamat Kalia, Kalista dan ibunya sudah di rumah. Anak-anak mulai ceria, sedangkan ibunya sudah bisa diajak bicara," kata salah seorang kerabat korban, Edy Mahfud.

Satu keluarga terdiri dari enam orang tenggelam di Jurug Gue di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh. Peristiwa terjadi saat keluarga berswafoto di bebatuan dekat air terjun. Saat itulah Joko terpeleset dan jatuh ke kubangan bersama dua anak kembarnya.


Istri korban Dumani langsung menceburkan ke air menyelamatkan suami dan dua anak kembarnya. Pada saat yang bersamaan dua anak pertama dan kedua justru ikut menceburkan diri ke air untuk membantu, akibatnya keduanya justru tenggelam dan tewas bersama sang ayah.

Sumber detik.com

Operasi Lilin Semeru, Polda Jatim Habiskan 11.081 Surat Tilang

Operasi Lilin Semeru, Polda Jatim Habiskan 11.081 Surat TilangFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya -Polda Jatim mencatatkan 17.426 pelanggaran selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru yang digelar untuk mengamankan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Bila dirinci, 17.426 pelanggaran tersebut terdiri atas 11.081 surat tilang dan 6.345 teguran.

Dari information yang dimiliki Polda Jatim selama Operasi Lilin Semeru yang terhitung sejak tanggal 21 Desember 2018 hingga ii Januari 2019, Polrestabes Surabaya menempati urutan pertama sebagai Polres yang mengeluarkan tilang terbanyak di Jawa Timur, yaitu 3.904 tilang. Diikuti dengan Polresta Sidoarjo dengan 1.498 tilang.

Sementara itu Polres Blitar ada di urutan terendah dengan 45 pelanggaran dan 25 tilang.


"Sampai dengan sekarang kita menyatakan bahwa Operasi Lilin Polda Jawa Timur yang dilaksanakan dari tanggal 21 Desember 2018 sampai dengan sekarang berjalan aman, tertib dan lancar serta kondusif," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (2/1/2019).

Barung juga mengungkapkan jumlah kecelakaan di Jatim di tahun 2018 menurun drastis dibandingkan tahun 2017. Di tahun ini tercatat ada 157 kecelakaan atau menurun sebanyak 69,22 persen dari tahun 2017 yang mencapai 510 kecelakaan.

Dari information tersebut, Polres Madiun menyumbang jumlah kecelakaan terbanyak dengan 21 kejadian dan ii orang meninggal dunia serta 39 luka ringan. Kerugian materialnya mencapai Rp 81 juta.

Selain itu, ada pula catatan tentang beberapa Polres yang di wilayahnya tak terjadi kecelakaan sama sekali, misalnya Polres Lamongan, Pamekasan, Bangkalan, Bojonegoro dan Blitar Kota.

"Polda Jawa Timur menyimpulkan yang pertama adalah bahwa sesuai dengan information yang terlampir, yang kita dapatkan kecelakaan menurun disebabkan karena tol fungsional, tol sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah," terang Barung.


Tak hanya itu, terjadinya kemacetan di beberapa titik turut mempengaruhi turunnya angka kecelakaan. "Kemudian yang kedua kemacetan ini juga menimbulkan turunnya kecelakaan. Semakin macet rupanya semakin turun kecelakaan," lanjutnya.

Barung menambahkan, ada beberapa kejahatan menonjol yang terjadi selama Operasi Lilin Semeru. Kejahatan tersebut merupakan kejahatan konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor. Data yang terbanyak tercatat terjadi di Madura.

"Ada yang meningkat di beberapa polres, kejadian yg menonjol di polres jajaran, kejadian-kejadian yang terjadi antara lain kejadian kejahatan konvensional yang terjadi di wilayah Madura itu cukup besar," ujar Barung.



Saksikan juga video 'Polres Banyuwangi Gelar Operasi Lilin Semeru 2018 di Pelabuhan Ketapang':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com